3 Proyek PPP diteken tahun depan

JAKARTA: Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) berharap agar Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dapat menandatangani setidaknya tiga kontrak dari lima proyek public private partnership (PPP) yang rencananya akan ditawarkan pemerintah
Linda Tangdialla | 21 Desember 2010 05:25 WIB

JAKARTA: Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) berharap agar Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dapat menandatangani setidaknya tiga kontrak dari lima proyek public private partnership (PPP) yang rencananya akan ditawarkan pemerintah melalui BKPM tahun depan.

Kepala Pengembangan Kerjasama Pemerintah Swasta Bappenas Bastary Pandji Indra mengatakan tiga proyek yang diharapkan sudah terkontrak itu diantaranya yakni pembangkit listrik Pemalang Jawa Tengah, dan rel kereta bandara Soekarno Hatta, karena menurutnya proyek tersebut cukup potensial bagi investor swasta tertarik ikut didalamnya. Sedangkan dua sisa lainnya ditargetkan terkontrak di 2012.Karenanya, dia menghimbau agar BKPM segera menyelesaikan proses evaluasi dan persiapan tender proyek sehingga seluruh proyek yang ditangani BKPM sudah bisa dilelang mulai awal 2011.Dia mengatakan khusus untuk pembangkit listrik Pemalang sudah dilelang, dan diperkirakan akan ditetapkan pemenangnya dua bulan kedepan. Sedangkan untuk bandara Soekarno sudah siap lelang tapi masih memerlukan perbaikan isian kontrak dan kejelasan pelaksanaan lelang.Sedangkan Bappenas sendiri menargetkan 11 proyek akan dilelang tahun depan, dimana 10 proyek merupakan proyek yang sebelumnya bakal ditawarkan melalui BKPM, dan satu proyek lainnya yakni pembangunan bandara Banten Selatan yang saat ini sudah siap ditawarkan pada swasta. "Kita berharap di 2011semua proyek yakni 11 proyek itu sudah bisa dilelang dan bahkan sudah akan terkontrak seperti pembangkit listrik di central java," ujar Bastary hari ini pada Bisnis.Agar proses penawaran bisa berjalan lancar dan diminati swasta, katanya, pemerintah harus memastikan skema PPP itu menguntungkan bagi investor dan kontrak yang ditawarkanpun memiliki kejelasan dan mendapat jaminan dari pemerintah.Sementara itu, Bastary memperkirakan Kepres terkait penjaminan proyek PPP itu akan diterbitkan di kuartal I/2011, karena saat ini Kepres tersebut hanya tinggal menunggu penandatanganan persetujuan dari Presiden, karena substansinya sudah disepakati bersama. Selain itu, lanjutnya, pelaksanaan lelang tidak perlu menunggu diterbitkannya Kepres. Yang perlu dukungan Kepres ini yakni penandatangan kontrak dengan investor nantinya, karenanya kita berharap dalam dua bulan ini Kepres sudah bisa diterbitkan, tambahnya. Sementara itu, Kepala BKPM Gita Wiryawan sebelumnya mengatakan akan ada tiga proyek yang akan diprioritaskan untuk ditender tahun depan guna mencapai target pertumbuhan investasi sebesar 15%. Ketiga proyek itu yakni Pembangkit Listrik Tenaga Uap Jawa Tengah dua kali 1000 megawatt, proyek air minum Umbulan-Jawa Timur, dan proyek kereta api Bandar Udara Sukarno-Hatta-Manggarai dengan nilai sekitar US$3 miliar-US$4 miliar.Adapun lima proyek PPP yang ditangani BKPM yakni pembangunan pembangkit listrik batubara 2.000 megawatt di Jawa Tengah, Pembangunan jalur kereta api sekitar 35 km dari bandara Soekarno Hatta ke Station Manggarai, pembangunan jalur kereta api batubara sekitar 185 km di Kalimantan Tengah, pembangunan pelabuhan Batu Ampar di pulau Batam, dan pembangunan kilang minyak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top