Pelaku angkutan barang keluhkan kerusakan jalan

News Editor | 21 Desember 2010 11:02 WIB

PADANG: Pelaku jasa angkutan barang di Padang, Sumatra Barat mengaku merugi hingga miliaran rupiah per hari, akibat buruknya infrastruktur jalan lintas provinsi serta dalam kota di sebagian besar daerah di Sumbar.

Kondisi infrastruktur jalan di Sumbar dapat dikatakan masuk tahap memiriskan, para pelaku usaha angkutan barang pun tak jarang dibuat merugi hingga miliaran rupiah per hari, kata Ketua DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sumbar S Budi Syukur hari ini.

Kerugian tadi, ucapnya, disebabkan sering terganggunya jadwal (target) pengangkutan barang dari para pelaku usaha ke pemesan, yang berimbas kian membengkaknya uang jalan setiap trip pengangkutan muatan.

Soalnya, target waktu ditetapkan awal menjadi bertambah akibat seringnya menemui gangguan di jalan seperti macet, longsor, terban, berlobang, dan jenis kerusakan infrastruktur lain, katanya.

Budi mengilustrasikan untuk 1 unit truk barang, upah (biaya) perjalanan berkisar Rp300.000/hari.

Dalam 1 order, misalnya ke Jakarta dari Padang, awalnya sudah ditargetkan akan menghabiskan waktu selama 5 hari, dan hitung-hitung biayanya ditaksir hanya 5 x Rp300.000 atau Rp1,5 juta.

Namun, akibat banyaknya jalan rusak (menyebabkan macet), jadwal yang ditargetkan pun menjadi melesat hingga menjadi 6 8 hari perjalanan.

Kondisi seperti tadi, jelas sudah merugikan para pelaku usaha, karena mau-tak-mau terpaksa menguras kantong lagi (tambahan biaya ektra) menambal biaya perjalanan sebesar Rp300.000/hari.

Itu untuk satu hari, kalau mencapai 5 hari, pelaku usaha terpaksa menguras kembali kantongnya sebanyak 5 x Rp300 ribu/hari = Rp1,5 juta , katanya.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top