Naiknya harga sawit dongkrak penerimaan bea keluar

JAKARTA : Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mengungkapkan peningkatan harga minyak sawit mentah (CPO) turut mendongkrak penerimaan bea keluar menyusul realisasinya yang sejauh ini telah melampaui target APBNP.
Yanto Rachmat Iskandar
Yanto Rachmat Iskandar - Bisnis.com 21 Desember 2010  |  09:58 WIB

JAKARTA : Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mengungkapkan peningkatan harga minyak sawit mentah (CPO) turut mendongkrak penerimaan bea keluar menyusul realisasinya yang sejauh ini telah melampaui target APBNP.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Thomas Sugijata mengungkapkan realisasi penerimaan bea keluar hingga 15 Desember mencapai Rp6,84 triliun atau 125,43% dari target APBNP 2010 sebesar Rp5,45 triliun.

Kenaikan harga CPO dunia disinyalir yang meningkatkan setoran bea keluar ke kas negara dalam beberapa bulan terakhir. Harga CPO dunia naik sejak September sampai US$600 per ton. Sekarang sudah di atas US$1.000 per ton, ujar dia, hari ini.

Menurut dia, CPO merupakan salah satu komoditas yang dikenai bea keluar jika harga di pasar dunia mencapai tingkat tertentu. Pemberlakuan bea keluar itu untuk menjamin ketersediaan bahan baku itu untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri, a.l. untuk pembuatan minyak goreng.

Dalam hal ini Ditjen Bea dan Cukai hanya sebagai pelaksana saja, sementara pengambil keputusannya ada di instansi lain (Departemen Perdagangan), katanya.

Untuk penerimaan negara dari bea masuk, lanjut dia, hingga 15 Desember 2010 sudah mencapai Rp18,86 triliun atau 110,25% dari target APBNP 2010 sebesar Rp17,10 triliun. Sementara penerimaan cukai, yang sudah masuk ke kas negara mencapai Rp62,14 triliun atau 104,86% dari target Rp59,26 triliun. (mrp)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top