Kapal BPPT dilengkapi seismic 3 dimensi

JAKARTA: DPR mendukung Badan Penelitian dan Pengembangan Teknologi (BPPT) meningkatkan kapasitas kapal-kapalnya menjadi seismic 3D guna mengurangi ketergantungan RI kepada kapal luar negeri.
Tisyrin Naufalty Tsani | 20 Desember 2010 07:21 WIB

JAKARTA: DPR mendukung Badan Penelitian dan Pengembangan Teknologi (BPPT) meningkatkan kapasitas kapal-kapalnya menjadi seismic 3D guna mengurangi ketergantungan RI kepada kapal luar negeri.

Anggota Komisi V DPR RI Abdul Hakim mengatakan banyak hal yang bisa dilakukan pemerintah untuk meningkatkan peran admada niaga nasional dengan memberdayakan opetator kapal dalam negeri.

Dirinya setuju BPPT meningkatkan kapal-kapalnya menjadi dilengkapi dengan peralatan seismik 3D. Saat ini, lembaga tersebut baru mengoperasikan kapal seismic 2D. Setuju. Ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh pemerintah, katanya kepada Bisnis hari ini.

Abdul Hakim menilai program pemberdayaan sektor pelayaran terganjal oleh adanya oknum tertentu yang masih menikmati atau tergantung kepada pengusaha pelayaran luar negeri.

Indonesia sejauh ini diklaim belum mampu menyediakan kapal offshore jenis seismik 3D sehingga rencana menutup keterlibatan kapal asing untuk kegiatan di dalam negeri paling lambat 7 Mei 2011 dinilai dapat mengancam pencapaian target lifting nasional.

Namun, BPPT mengusulkan agar kegiatan seismik lepas pantai diserahkan kepada institusi, lembaga atau pengusaha nasional karena sumber daya manusia Indonesia sudah bisa menyediakan atau bahwa mengoperasikan kapal offshore jenis seismik 3D.

Marzan A. Iskandar, Kepala BPPT mengatakan orang Indonesia sudah mampu mengadakan sekaligus mengoperasikan kapal seismik 3D meskipun infrastruktur kapal yang dimiliki pemerintah, lembaga atau pengusaha masih terbatas.

Menurut dia, dengan kemampuan tersebut seharusnya kegiatan seismik offshore seluruhnya bisa diserahkan kepada orang Indonesia. Sudah beberapa kali kami sampaikan. Kita sudah mampu mengerjakannya, katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top