Pemegang konsensi 24 ruas tol mulai proyek tahun depan

JAKARTA: Pemerintah memastikan tahun depan kegiatan pembangunan proyek 24 ruas yang saat ini tengah dievaluasi akan kembali dilanjutkan, setelah terhenti selama kurang lebih sembilan bulan karena adanya evaluasi pengusahaaan ke 24 ruas tol tersebut.
Linda Tangdialla | 20 Desember 2010 05:18 WIB

JAKARTA: Pemerintah memastikan tahun depan kegiatan pembangunan proyek 24 ruas yang saat ini tengah dievaluasi akan kembali dilanjutkan, setelah terhenti selama kurang lebih sembilan bulan karena adanya evaluasi pengusahaaan ke 24 ruas tol tersebut.

Adapun ketetapan kelanjutan proyeknya akan diputuskan pada 22 Desember 2010 atau pekan ini, untuk menetapkan proyek mana saja yang layak dilanjutkan dan mana yang dibatalkan pelaksanaannya.Dirjen Bina Marga Kementrian Pekerjaan Umum Djoko Murjanto mengatakan keputusan akan disampaikan langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto. "Evaluasi tahap akhir itu akan diumumkan pada 22 Desember Menteri, untuk kelanjutan 24 ruas tol apakah akan dilanjutkan semua apa ada yang dicancel. Jadi sampai saat ini kami belum bisa menjelaskan rinciannya sebelum tenggat waktu tersebut," ujar Djoko akhir pekan lalu.Dia mengatakan setelah ketetapan itu, seluruh pemegang konsensi yang dinyatakan layak melanjutkan proyeknya, akan menandatangani kontrak baru, dan diwajibkan untuk segera melanjutkan proyek mulai 2011 awal.Jadwal kontrak yang akan ditawarkan pada pemegang konsensi itu, katanya, berbeda satu sama lain sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan proyek dan kemampuan kontraktor sesuai dengan hasil evaluasi yang dilaksanakan oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Kementrian Pekerjaan Umum selama sembilan bulan terakhir."Di 2011 mereka sudah harus mulai kerja, dengan kegiatan yang berbeda-beda mulai dari pembebasan lahan atau pembangunan fisik, tergantung dari progres terakhir sebelum evaluasi dilaksanakan kemarin," tambahnya. Sementara itu, dalam anggaran keuangan 2011, Kementrian Pekerjaan Umum mengalokasikan dana sebesar Rp5 miliar untuk jasa bantuan teknis bantuan layanan umum (BLU) untuk mendukung terlaksananya pengusahaan jalan tol di tanah air.Kepala BPJT Achmad Gani Gazali mengatakan dana tersebut merupakan dana yang dianggarkan dalam APBN untuk bantuan ke tim BLU untuk semua ruas yang akan mendapat dana talangan dari BLU tersebut."Namun saya belum mengetahui apakah dana bantuan tersebut akan digunakan dalam bentuk konsultansi atau perjalanan sosialisasi dan monitoring untuk rencana pembangunan proyek ruas tol," ujarnya.Sebelumnya, Kementrian Pekerjaan Umum menyatakan berdasarkan hasil evaluasi hingga 18 Oktober 2010, sebanyak delapan proyek tol dinyatakan memiliki masalah dalam pembiayaan proyek sehingga perlu mencari partner pendamping.Kedelapan ruas tol itu yakni ruas Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, Cimanggis-Cibitung, Bekasi-Cawang-Kampung Melayu, Depok- Antasari, Ciawi-Sukabumi, Waru Wonokromo-Tanjung Perak, dan Pasuruan- Probolinggo. (mrp)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top