Realisasi pembiayaan anggaran negara baru Rp78,4 triliun

JAKARTA : Pemerintah melaporkan realisasi pembiayaan anggaran negara hingga akhir November masih rendah, yakni baru mencapai Rp78,4 triliun atau 58,6% dari target APBN P 2010, menyusul penurunan target penerbitan surat berharga negara (SBN) sebesar Rp15,5
News Editor | 20 Desember 2010 10:45 WIB

JAKARTA : Pemerintah melaporkan realisasi pembiayaan anggaran negara hingga akhir November masih rendah, yakni baru mencapai Rp78,4 triliun atau 58,6% dari target APBN P 2010, menyusul penurunan target penerbitan surat berharga negara (SBN) sebesar Rp15,5 triliun.

Kementerian Keuangan melalui Kepala Biro Humasnya, Yudi Pramadi, menyebutkan realisasi pembiayaan tersebut lebih rendah dari realisasi pembiayaan di periode yang sama 2001 sebesar Rp84,3 triliun.

Realisasi tersebut terutama dipengaruhi oleh pembiayaan dalam negeri yang per November mencapai Rp97,2 triliun (72,6% dari APBN P) dan realisasi pembiayaan luar negeri yang minus Rp18,9 triliun (-12,13% dari APBNP).

Realisasi SBN netto [per November] Rp93,5 triliun [86,9% dari target 2010], lebih rendah Rp6,4 triliun dari realisasi 2009 Rp99,9 triliun. Hal ini berkaitan dengan penurunan target penerbitan SBN sebesar Rp15,5 triliun, tulis dia dalam siaran pers Kemenkeu, hari ini.

Yudi menerangkan realisasi pembiayaan luar negeri per November tersebut terdiri atas pinjaman program sebesar Rp12,2 triliun atau Rp41,6% terhadap APBNP 2010. Itu lebih rendah Rp6,2 triliun dari realisasi 2009 yang mencapai Rp18,4 triliun karena penarikannya mempertimbangkan kebutuhan kas pemerintah.

(Dan) pembayaran cicilan pokok utang luar negeri negatif [berkurang] Rp42,2 triliun [77,9% terhadap APBNP 2010], lebih rendah Rp11,2 triliun dari realisasi tahun 2009 [yang] negatif Rp53,4 triliun, disebabkan oleh menguatnya rata-rata nilai tukar rupiah pada tahun 2010 [Rp9.093/US$] dibanding 2009 [US$10.494/US$], paparnya.

Data Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan mencatat penarikan pinjaman luar negeri per November sebesar Rp28,8 triliun atau 53,4% dari target APBNP 2010. Itu terdiri dari pinjaman program sebesar Rp10,99 triliun (37,2% dari target APBNP) dan pinjaman proyek Rp17,89 triliun (72,8% dari target APBNP).

Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati mengatakan rendahnya penarikan pinjaman luar negeri dikarenakan pemerintah hanya akan menarik pinjaman sesuai dengan kebutuhan. Kita kan menarik loan sesuai dengan kebutuhan masing-masing, singkatnya.

Rahmat Waluyanto, Direktur Jenderal Pengelolaan Utang menuturkan untuk pinjaman program kemungkinan akan terserap penuh, yakni sebesar Rp29,51 triliun. Sementara, penarikan pinjaman proyek kemungkinan di bawah 100%, diperkirakan hanya sekitar 70% dari target Rp24,56 triliun.

Kalau pinjaman program akan 100% (penarikannya), tapi kalau pinjaman proyek bisa di bawah 100%. Sekitar 70%-an karena itu tergantung kondisi di lapangan, katanya.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top