Pengusaha minta Presiden fokus soal ekonomi

JAKARTA: Asosiasi pengusaha berharap kabinet SBY mementingkan persoalan ekonomi pada 2011 agar dapat memenuhi janji, termasuk memecahkan persoalan yang mampat.
Adi Ginanjar Maulana | 20 Desember 2010 13:02 WIB

JAKARTA: Asosiasi pengusaha berharap kabinet SBY mementingkan persoalan ekonomi pada 2011 agar dapat memenuhi janji, termasuk memecahkan persoalan yang mampat.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengatakan pemerintah kurang bekerja sama dengan pengusaha, bahkan banyak menghambat kegiatan usaha sehingga tidak membantu kemajuan roda perekonomian sehingga menyebabkan Indonesia tertinggal dari negara Asean lain.

Kita harus berterima kasih kepada pengusaha, diganggu seperti apapun oleh pemerintah, pengusaha tetap bersusah payah membangun perekonomian. Sekarang tinggal pengusaha yang jadi lokomotif. Menurut saya pemerintah ini lebih banyak mengganggu. Habis waktu dengan politik satu tahun terakhir ini, ungkap Sofjan saat konferensi pers di Gedung Permata Kuningan, Jakarta, hari ini.

Menurut dia, pemerintah dan pengusaha harus bekerja sama untuk mengejar ketertinggalan sehingga pada 2011 dapat mempercepat pembangunan dan mencapai target pertumbuhan 6%. Saat ini pemerintah teken budget yang sudah disetujui saja tidak bisa, terutama budget pembangunan. Walaupun pemerintah bikin target [pertumbuhan] 6,4%-6,5% saya ragukan bisa atau tidaknya kecuali pemerintah dapat memenuhi lima persoalan utama, kata Sofjan.

Lima persoalan utama tersebut adalah juga merupakan rencana 2011 yang sudah dicanangkan oleh Apindo. Antara lain legal certainty dan kemanan, masalah infrastruktur, perubahan UU Nomor 13 tahun 2003 mengenai ketenagakerjaan, persoalan tanah dan tata ruang, birokrasi terkait koordinasi antara pusat dan daerah.

Kami tidak meminta hal yang baru. Kelima hal ini hanyalah menagih janji pemerintah yang diucapkan SBY saat pelantikan yang kedua. Dia bilang ingin debottle necking, tetapi justru malah semakin banyak persoalan yang bottle neck, kata Sofjan.

Sofjan menerangkan saat ini pengusaha serta investor asing mulai mengkhawatirkan faktor keamanan, terkait banyaknya demonstrasi. Hal itu juga berkaitan dengan persoalan tanah dan tata ruang yang tidak juga selesai, sehingga mempersulit investasi di bidang sawit dan tanaman hasil hutan idustri.(msb)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top