Produk China 'paksa' pelaku UKM jadi pedagang

JAKARTA: Membanjirnya produk Cina membuat pengusaha kecil dan menengah benting setir menjadi penjual produk impor karena kalah bersaing dari segi harga. Ketua Bidang UKM, Perempuan Pengusaha Jender dan Urusan Sosial Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO),
Adi Ginanjar Maulana
Adi Ginanjar Maulana - Bisnis.com 20 Desember 2010  |  11:11 WIB

JAKARTA: Membanjirnya produk Cina membuat pengusaha kecil dan menengah benting setir menjadi penjual produk impor karena kalah bersaing dari segi harga. Ketua Bidang UKM, Perempuan Pengusaha Jender dan Urusan Sosial Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Nina Turniasih memprediksi kecenderungan tersebut akan terus terjadi pada tahun depan apabila arus produk impor China dan India yang memiliki harga murah semakin intens.Produk impor yang harganya murah merugikan pengusaha kecil dan menengah. Dulu banyak yang industri menciptakan produk, sekarang industri ditutup dan hanya berjualan. Skala usaha yang kecil pun turun menjadi mikro, yang mikro bahkan turun menjadi sektor informal. Banyak yang menjadi penjual karena dianggap lebih menguntungkan, ungkap Nina usah konferensi pers di gedung Permata Kuningan, Jakarta, hari ini. Menurut Nina, perubahan tersebut akan menurunkan profit pengusaha kecil dan menengah, dengan jumlah konversi paling banyak terjadi di sektor garmen, kerajinan tangan, furniture, dan di sektor makanan dan minuman. Dia menjelaskan rendahnya harga jual produk impor membuat UMKM berisiko menanggung rugi karena kalah bersaing. Dari pada rugi, mending jadi penjual, sehingga tidak perlu bayar tenaga kerja dan ongkos produksi, katanya.(msb)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top