Kapasitas kapal Baruna Jaya ditingkatkan

Tisyrin Naufalty Tsani | 19 Desember 2010 09:45 WIB

JAKARTA: Badan Penelitian dan Pengembangan Teknologi (BPPT) akan meningkatkan kapasitas kapal seismic 2D Baruna Jaya menjadi 3D menyusul meningkatnya kebutuhan kegiatan eksplorasi minyak dan gas di Tanah Air dan mendukung asas cabotage.

Indonesia sejauh ini diklaim belum mampu menyediakan kapal seismic 3D sehingga rencana menutup keterlibatan kapal asing untuk kegiatan di dalam negeri paling lambat 7 Mei 2011 dinilai dapat mengancam pencapaian target lifting nasional.

Namun, BPPT mengusulkan agar kegiatan seismic lepas pantai diserahkan kepada institusi, lembaga atau pengusaha nasional karena sumber daya manusia Indonesia sudah bisa menyediakan atau bahwa mengoperasikan kapal offshore jenis seismic 3D.

Kepala BPPT Marzan A. Iskandar mengatakan orang Indonesia sudah mampu mengadakan sekaligus mengoperasikan kapal seismic 3D meskipun infrastruktur kapal yang dimiliki pemerintah, lembaga atau pengusaha masih terbatas.

Menurut dia, dengan kemampuan tersebut seharusnya kegiatan seismic offshore seluruhnya bisa diserahkan kepada orang Indonesia. Sudah beberapa kali kami sampaikan. Kita sudah mampu mengerjakannya, katanya kepada Bisnis, pekan lalu.

Dia menjelaskan instansinya saat ini mengoperasikan empat unit kapal nasional untuk mendukung kegiatan seismic di perairan Indonesia. Selain BPPT, beberapa lembaga milik pemerintah juga sudah memiliknya.

Kapal seismik merupakan sarana transportasi di air yang dirancang khusus untuk membawa instrumen-instrumen seismik survei dan dapat dioperasikan sedemikian rupa untuk melaksanakan kegiatan di laut lepas.

Akibat minimnya kapal jenis seismik terutama model 3D berbendera Merah Putih, kegiatan eksplorasi minyak lepas pantai banyak menggunakan kapal-kapal berbendera asing melalui sistem sewa. (tw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top