Bulog DKI siapkan 150.000 ton beras OP

JAKARTA: Perum Bulog Divisi Regional DKI Jakarta-Banten menyiapkan beras sebanyak 100.000 - 150.000 ton untuk kegiatan operasi pasar, guna mengantisipasi kenaikan harga komoditas pangan itu belakangan ini.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 18 Desember 2010  |  09:00 WIB

JAKARTA: Perum Bulog Divisi Regional DKI Jakarta-Banten menyiapkan beras sebanyak 100.000 - 150.000 ton untuk kegiatan operasi pasar, guna mengantisipasi kenaikan harga komoditas pangan itu belakangan ini.

Kepala Bulog Divre DKI Jakarta-Banten Nasrun Rachmani hari ini mengatakan pihaknya sejak 22 November 2010 telah menggelar operasi pasar (OP) beras di 12 pasar tradisional di Jakarta."Hingga 16 Desember 2010 telah digelontorkan beras OP Vietnam sejumlah 18.850 ton," katanya di sela pelaksanaan OP beras di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.Menurut dia, beras yang dipergunakan Bulog untuk OP yakni beras Vietnam kadar patahan 15% dengan harga penjualan Rp5.850 per kg di tingkat pengecer.Selain itu, pada 18 Desember 2010 juga dilaksanakan penjualan beras Vietnam kadar patahan 5% dengan harga Rp6.900 per kg.Dia berharap dengan OP ini harga beras medium dan premium segera mengalami penurunan signifikan.Ke-12 pasar yang dijadikan lokasi OP Bulog Divre DKI, menurut Nasrun, yaitu Pasar Minggu, Pasar Tanah Abang, Pasar Senen, Boplo, Anyer Bahari, Kopro Tomang, Jembatan Lima, Kebayoran Lama, Palmerah, Klender, Jatinegara dan Kramat Jati.Dia mengungkapkan setelah dilangsungkan operasi pasar maka harga beras di sejumlah pasar sudah mulai terlihat menurun sekitar Rp200 - Rp300 per kg.Masa berlangsungnya OP oleh Bulog DKI, menurut Nasrun, direncanakan hingga menjelang panen 2011 atau sekitar akhir Januari tahun depan.Menurut dia, pada Oktober-Desember biasanya merupakan musim paceklik sehingga produksi padi menurun, yang dampaknya harga beras di pasar jadi meningkat.Selain di 12 pasar tradisional tersebut, lanjutnya, Bulog Divre DKI juga melakukan operasi pasar di Pasar Induk Beras Cipinang (PIC) Jakarta.Di pasar induk beras tersebut Bulog menggelontorkan sebanyak 2.300 ton beras untuk setiap 2 hari sekali, karena kebutuhan beras di PIC mencapai 2.500 ton per 2 hari.(er)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top