Pusat minat kuasai 7% saham Newmont Nusa Tenggara

JAKARTA : Pemerintah pusat menyatakan minatnya untuk menguasai 7% saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) dalam program divestasi 2010 perusahaan tambang emas tersebut.
Yanto Rachmat Iskandar | 17 Desember 2010 07:14 WIB

JAKARTA : Pemerintah pusat menyatakan minatnya untuk menguasai 7% saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) dalam program divestasi 2010 perusahaan tambang emas tersebut.

Menteri Keuangan Agus D. W. Martowardojo menuturkan pemerintah pusat akan mempertimbangkan untuk mengambil jatah saham NNT sebesar 7% dalam program divestasi 2010. Pemerintah pusat yang dimaksudnya dalam hal ini melibatkan Kementerian Keuangan dan bisa pula Pusat Investasi Pemerintah (PIP).

Dalam kesempatan ini karena penawaran (NNT) itu datang sebagai komitmen untuk mengalihkan (sahamnya) pada Indonesia, dalam hal ini pemerintah atau lembaga Indonesia, kami sampaikan bahwa pemerintah menyampaikan akan mempertimbangkan untuk investasi 7% di Newmont, ujar dia di kantornya, hari ini.

Terkait kemungkinan melibatkan perusahaan pelat merah ataupun pemerintah daerah, Agus Martowardojo menegaskan sejauh ini sikap bulat tersebut merujuk pada pemerintah pusat. Intinya pembicaraan masih akan berlanjut dan proses divestasinya juga masih butuh waktu sehingga belum bisa dipastikan keterlibatan BUMN atau pemda nantinya.

Ini kan baru kami sebut pemerintah pusat, nanti kalau BUMN atau tidak belum dibicarakan. Tapi kami tidak sangat berorientasi bahwa semua itu harus BUMN yang ambil, tegasnya.

Menkeu juga belum bisa mengungkapkan berapa harga penawaran saham NNT yang akan diambil peemrintah tersebut.

Seperti diketahui, pihak NNT telah mengajukan penawaran 7% sahamnya seniali US$444,08 juta terkait program divestasi 2010 sejak 31 Maret lalu. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tetap mengandalkan PT Aneka Tambang Tbk untuk membeli 7% saham program divestasi 2010 yang ditawarkan oleh pemilik tambang Batu Hijau itu.

Di sisi lain, PT Sumbawa Maju Jaya, perusahaan bentukan Pemkab Sumbawa dan Valco Corporation telah menyatakan minatnya mengakuisisi 7% saham NNT. Bahkan, perusahaan tersebut telah menyiapkan dana sebesar US$444,08 juta untuk membuktikan keseriusannya mengambil saham tersebut.

Sebelumnya, NNT telah melepaskan 24% saham periode 2006-2009 yang merupakan bagian dari kewajiban divestasi sebesar 31%. Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui PT Multi Daerah Bersaing konsorsium PT Multicapital Indonesia, anak usaha PT Bumi Resources Tbk dan PT Multi Daerah Bersaing, perusda NTB-telah menguasai 24% saham tersebut. (mrp)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top