Insentif BBG masih dibahas

JAKARTA: Pemerintah masih mengkaji insentif dalam pengembangan program konversi bahan bakar gas bagi kendaraan sehingga mendorong pemilik kendaraan umum dan pribadi mau beralih menggunakan bahan bakar tersebut.
- Bisnis.com 17 Desember 2010  |  09:28 WIB

JAKARTA: Pemerintah masih mengkaji insentif dalam pengembangan program konversi bahan bakar gas bagi kendaraan sehingga mendorong pemilik kendaraan umum dan pribadi mau beralih menggunakan bahan bakar tersebut.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan bersama insentif itu, juga disiapkan langkah tahap awal untuk mempercepat implementasi konversi BBM kepada BBG dengan cara penyeragaman patokan harga antara Pertamina dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk.

"BBG adalah salah satu top priority untuk diversifikasi BBM. Jadi kita memang memutuskan untuk yang pertama melakukan suatu penyamaan harga jual BBG baik oleh Pertamina maupun oleh Perusahaan Gas Negara. Kedua, kita sedang menghitung insentif yang bisa kita berikan kepada pengguna BBG," katanya di Istana Presiden, hari ini.

Dia menambahkan kedua langkah itu akan diikuti pula dengan kebijakan untuk mendorong para pengembang swasta di bidang bisnis gas untuk membangun infrastrukturnya. Di sisi lain, tuturnya, produsen gas perlu mempercepat pembangunan depo atau pembangunan receiving terminal.

"Itulah langkah-langkah yang harus kita lakukan sesegera mungkin."

Menurut dia, pemerintah juga akan mendorong industri otomotif menggalakkan hybrid car dengan membuat daya tariknya berupa pemberian insentif yang akan dibahas bentuknya.

Hal itu, tuturnya, sangat penting karena di samping hemat energi juga bersifat dual energy, yaitu bisa elektrik dan bisa BBG atau BBM.

"Juga mengurangi emisi karbon. Sehingga perlu dipikirkan insentifnya apa."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top