Kegembiraan warga sambut tahun baru 2011 (pojok kota)

AKARTA: Suasana menyambut tahun baru 2011 semakin terasa di Jakarta, setelah memasuki dua pekan terakhir dari bulan 12 ini, terutama mal dan pusat perbelanjaan yang ditata dengan hiasan ber nuansa Natal dan tahun baru, berikut tawaran diskon harga barang.Kegembiraan
Sekretariat Redaksi
Sekretariat Redaksi - Bisnis.com 17 Desember 2010  |  10:57 WIB

AKARTA: Suasana menyambut tahun baru 2011 semakin terasa di Jakarta, setelah memasuki dua pekan terakhir dari bulan 12 ini, terutama mal dan pusat perbelanjaan yang ditata dengan hiasan ber nuansa Natal dan tahun baru, berikut tawaran diskon harga barang.Kegembiraan warga Ibu Kota menyambut event pergantian tahun menjadi semakin menggelora yang antara lain dipicu kemenangan timnas Indonesia atas tim Filipina pada semifinal pertama Piala AFF Suzuki di Stadion Gelora Bung Karno, pada pekan ini.Tentu, kegembiraan tersebut akan menjadi lebih sempurna lagi jika Cristian Gonzales, sang penenjebol gawang lawan, besama timnas Indonesia lainnya berhasil menorah kemenangan pada semifinal kedua Piala AFF 2010, di tempat dan lawan yang sama pada akhir pekan ini.Rupanya Pemprov DKI Jakarta sekarang ini juga sedang bergembira karen dalam dua pekan menjelang akhir 2010, sidang paripurna DPRD DKI Jakarta menyetujui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2011 sebesar Rp27,95 triliun.Dengan pengesahan APBD 2011 yang meningkat Rp1,24 triliun dari APBD Perubahan 2010 itu diharapkan akan memperlancar proses pembangunan di Jakarta, sesuai dengan harapan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana kota dan kesejahteraan warganya."Bagi saya yang penting nilai APBD 2011 telah disepakati kedua belah pihak [DPRD dan pemprov] sehingga dapat bermanfaat bagi warga Jakarta," kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, dengan rasa gembira menyambut pengesahan APBD tersebut.Mungkin, dengan anggaran yang cukup besar dapat berbuat lebih banyak untuk membangun, dan menata kota Jakarta menjadi metropolitan yang sejajar dengan kota besar lainya di dunia, dengan penduduk yang lebih berkualitas tingkat kesejahteraannya.Apalagi banyak "pekerjaan rumah" yang masih harus dikerjakan menyangkut janjinya saat kampanye mencalonkan diri sebagai orang nomer satu di Ibu Kota didampingi Prijanto sebagai wakil gubernur, yang ngetop dengan slogannya "Serahkan kepada ahlinya."Rupanya sang ahli baru menyadari kalau keterbatasan anggaran menjadi kendala yang cukup serius dalam merealisaikan program pembangunan yang dicanangkan, termasuk masalah tehnis dan administrasi yang berhubungan dengan pemerintah pusat. Sejumlah proyek pembangunan tidak bisa segera direalisasikan karena haru berkoordinasi dengan pemerintah pusat, baik yang mencakup wilayah pembagian kewenangan maupun prosedur yang dilalui, misalnya untuk pinjaman luar negeri.Pembangunan ruas jalan ada pembagian antara jalan nasional yang menjadi kewenangan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementriaan Pekerjaan Umum, maupun jalan provinsi. Demikian halnya dalam penanganan masalah sungai di Ibu Kota.Koordinasi antara instansi telah dilaksanakan pada sejumlah proyek seperti pembangunan Banjir Kanal Timur, dan kini dalam proses, pembangunan kereta bawah tanah mass rapid transit (MRT) rute Lebak Bulus-Benderan HI, yang didanai pinjaman luar negeri.Sementara program electronic road pricing (ERP), jika pun sudah ada investor yang siap mendanai, pungutan retribusi bagi kendaraan yang melintas di jalan berbayar itu ketentuannya harus ada payung hukumnya dari Kementrian Perhubungan dan Kementrian Keuangan.Baik ERP yang akan menggantikan three in one atau kendaraan berpenumpang minimal tiga orang, maupun pembangunan MRT, pengeturan perpakiran kendaraan bermotor, serta busway itu mendesak segera direalisasikan untuk mengatasi masalah kemacatan lalu lintas yang kian parah.Khusus busway, Pemprov DKI Jakarta menjanjikan akan mengoperasikan Koridor IV rute Pinangranti-Pluit dan Koridor X rute Cililitan-Tanjung Priok sebagai "kado akhir tahun" karena akan dioperasikan pada Desember 2010.Rencana penambahan jaringan busway, pembangunan MRT, penerapan ERP, penataan pengelolaan perparkiran, pembangunan jalan layang non tol, seakan telah menghilangkan sejenak kelanjutan nasib proyek Monorail yang telah lama mangkrak.Infrastruktur kota tersebut idealnya sudah lebih baik dari kondisi sekarang, sehingga dapat melengkapi kegembiraan warga Jakarta yang sedang berbangga atas kemenangan timnas Indonesia atas tim Filipina pada semifinal pertama Piala AFF 2010.Semoga kegembiraan itu belanjut hingga saat perayaan tahun baru 2011 dan setelahnya, mengingat Jakarta masih dibayangi musim penghujan dengan intensitas dan curah yang tinggi, menyebabkan terjadi banjir dan kemacetan lalu lintas yang kian parah. nurudin.abdullah@bisnis.co.id

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top