Telkom siap tangani SDM bila merger terjadi

JAKARTA: PT Telkom Tbk akan memperhitungkan secara matang dan profesional aspek seperti sumber daya manusia apabila merger antara Flexi dengan Esia terjadi.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 17 Desember 2010  |  06:44 WIB

JAKARTA: PT Telkom Tbk akan memperhitungkan secara matang dan profesional aspek seperti sumber daya manusia apabila merger antara Flexi dengan Esia terjadi.

VP Public and Maketing Communication PT Telkom Tbk Eddy Kurnia mengatakan pihaknya sudah biasa menangani masalah SDM yang saat ini berjumlah lebih dari 20.000 orang.

Kami sudah pernah menawarkan program pension dini, di mana peminatnya pasti melebihi dari yang disediakan. Tahun lalu aja dari 1.000 orang yang bisa pension dini, pendaftarnya mencapai 2.500 orang, katanya hari ini.

Menurut dia, Telkom selalu terbuka apabila mantan karyawan Telkom yang mengajukan pension dini kemudian bekerja di operator lain.

Masalah SDM mengemuka pada saat perusahaan tersebut berencana melakukan merger antara Flexi dan Esia.

Ketua I Sekar Telkom Rusman Nadeak mengungkapkan apabila ladang (Flexi) milik Telkom hilang, maka hilang juga lah sekitar 1.000 orang karyawan Flexi.

Terhitung sejak isu merger mengemuka, yaitu pada September 2010, Sekar mulai berunjuk rasa menyuarakan menolak merger tersebut karena dianggap sama saja dengan menjual asset Negara.

Sekjen Sekar Asep Mulyana mengungkapkan aksi tersebut murni merupakan suara karyawan yang merasa memiliki Telkom dan tidak rela apabila asetnya dijual begitu saja.

"Ini murni suara karyawan dan karyawan Telkom itu saya pikir sangat intelek dan tidak mudah dipengaruhi. Dan isu mengenai Sekar ditunggangi pihak lain, apalagi direksi adalah tidak benar, mengingat yang turun ke jalan berasal dari semua direktorat," katanya.

Asep menambahkan Sekar telah berjuang menolak merger Flexi-Esia sejak dua setengah bulan lalu. "Tidak ada itu tunggang-tunggangan, kami hanya ingin rencana merger tersebut dibatalkan," tegas Asep.

Ketika dikonfirmasi mengenai seringnya Sekar turun ke jalan, sementara manajemen menyatakan bahwa aksi korporasi tersebut belum tentu terealisasi, Asep menjawab bahwa Sekar memiliki kajian sendiri dan telah mengetahui aksi korporasi tersebut sebenarnya tinggal diputuskan, sehingga Sekar terus menolak rencana tersebut.

"Memang manajemen kerap mengatakan bahwa rencana merger ini masih panjang, masih dalam kajian, tapi kami tahu sebenarnya merger ini tinggal menunggu waktu saja," kata Asep.

Eddy Kurnia mengatakan aksi koporasi merger tersebut tidak akan terjadi tahun ini dan butuh kajian dan proses yang panjang.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top