Bank Dunia: capital inflow kian pegang peranan ekonomi RI

JAKARTA: Bank Dunia melihat derasnya modal asing yang masuk ke Indonesia akan semakin memegang peranan pada tahun depan, terutama jika sistem peraturan Tanah Air memiliki kepastian dan konsistensi yang lebih besar.
Yanto Rachmat Iskandar | 16 Desember 2010 08:53 WIB

JAKARTA: Bank Dunia melihat derasnya modal asing yang masuk ke Indonesia akan semakin memegang peranan pada tahun depan, terutama jika sistem peraturan Tanah Air memiliki kepastian dan konsistensi yang lebih besar.

Ekonom Utama Bank Dunia untuk Indonesia, Shubham Chaudhuri mengatakan penguatan aliran modal yang masuk ke Indonesia sepanjang tahun ini, terutama aliran portofolio disebabkan tingginya yield Indonesia dan kuatnya prospek pertumbuhan dan peningkatan kelayakan kredit di Indonesia dibandingkan ekonomi-ekonomi dengan penghasilan yang lebih tinggi.Namun, penguatan aliran modal ini ke depan perlu diwaspadai. Aliran modal tersebut membawa manfaat seperti menurunkan biaya pendanaan. Tapi aliran itu juga dapat meningkatkan keprihatinan terhadap ekonomi makro dan kehati-hatian kebijakan, kata Shubham seperti dikutip dari rilis berjudul Perkembangan Triwulan Perekonomian Indonesia hari ini.Selain menyoroti derasnya aliran modal, Bank Dunia juga menyoroti dampak peningkatan harga-harga komoditas yang belakangan dijumpai di Indonesia. Di sisi lain, permintaan dari pasar-pasar kekuatan ekonomi baru, terutama Cina bersama dengan ekspansi moneter di Amerika Serikat dan negara-negara lain juga membantu mendorong harga-harga komoditas non-energi naik, termasuk harga bahan pangan dan bahan baku.Kedua tren global tersebut (derasnya aliran modal dan meningkatnya harga komoditas) mendukung posisi neraca pembayaran Indonesia. Tapi di sisi lain juga membawa risiko karena ada potensi pembalikan arah aliran modal dan meningkatnya inflasi di masa depan, terutama terhadap harga bahan pangan, tegasnya.Maka tantangan ke depan bagi Indonesia, lanjutnya, adalah memaksimalkan berbagai kesempatan yang muncul sebagai akibat tingginya aliran masuk modal dan harga komoditas, disamping juga mengelola resikonya. Termasuk misalnya meningkatkan insentif bagi penanaman modal asing untuk membantu mengalihkan aliran masuk ke investasi dengan jangka yang lebih panjang, katanya. (mrp)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top