Ketidakpastian iklim dongkrak inflasi

JAKARTA: Ketidakpastian iklim diprediksi masih akan mempengaruhi harga pangan di tanah air dan diperkirakan akan mendongkrak inflasi pada 3 bulan pertama di 2011.
News Editor | 16 Desember 2010 14:36 WIB

JAKARTA: Ketidakpastian iklim diprediksi masih akan mempengaruhi harga pangan di tanah air dan diperkirakan akan mendongkrak inflasi pada 3 bulan pertama di 2011.

Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi mengatakan situasi harga pangan pada 3 bulan pertama tahun depan tidak akan jauh berbeda dengan situasi saat ini.

Situasinya masih akan berat, jadi kita harus antisipasi sedini mungkin dari sekarang, katanya ketika ditemui di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian hari ini.

Bayu mengatakan gejolak harga pangan tahun depan disebabkan dua hal. Pertama karena iklim dunia yang masih belum pasti. Dia mencontohkan, bulan Desember ini di Australia masih sangat basah dan hal itu mempengaruhi produksi gandum dan gula Australia. Dan pada bulan Maret, situasi gandum dan gula dunia bisa terpengaruh dengan situasi Australia sekarang.

Ada gangguan secara global, karena ketidakpastian iklim itu tadi. Itu sudah mulai terjadi sekarang dan itu dampaknya akan terjadi di 2-3 bulan ke depan, katanya.

Kedua, mmbaiknya pertumbuhan ekonomi dunia tahun depan membuat permintaan terhadap pangan akan naik. Permintaan terhadap pangan di 3 bulan pertama 2011 diperkirakan masih akan tinggi seperti di akhir 2010.

Semua data menunjukkan bahwa terjadi peningkatan permintaan yang cukup signifikan dibanding tahun 2009 dan 2010. Karena pada 2009 dan 2010 masih dalam keadaan resesi ekonomi, katanya.

Untuk itu, pemerintah terus berupaya menggenjot produksi pangan tahun depan. Untuk beras misalnya, pemerintah harus bisa memenuhi produksi beras yang diperkirakan tumbuh 3,5% tahun depan. Opsi impor akan dilakukan jika memang dibutuhkan.

Batas impor Bulog masih ditetapkan sampai dengan 15 Februari [2011], katanya.

Selain itu, pemerintah tetap berupaya melakukan intervensi ke pasar untuk melakukan pengendalian harga.

Jadi pasar pasti masih akan bergejolak tapi kita harus punya kemampuan untuk melakukan intervensi, membantu kelompok masyarakat berpendapatan rendah, katanya.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top