450.000 Ha kebun kakao rakyat diperbaiki 2011

JAKARTA: Pemerintah menargetkan perbaikan kebun kakao rakyat seluas 450.000 hektare pada 2011, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tahun ini yang hanya 59.663 ha.Perbaikan kebun kakao rakyat pada 2011 itu terdiri dari 70.000 ha lahan diremajakan, 235.000
News Editor
News Editor - Bisnis.com 15 Desember 2010  |  03:06 WIB

JAKARTA: Pemerintah menargetkan perbaikan kebun kakao rakyat seluas 450.000 hektare pada 2011, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tahun ini yang hanya 59.663 ha.Perbaikan kebun kakao rakyat pada 2011 itu terdiri dari 70.000 ha lahan diremajakan, 235.000 ha lahan direhabilitasi, dan 145.000 ha lahan diintensifikasi. Sementara pada tahun ini, luas lahan yang diperbaiki itu terdiri dari 15.150 ha telah diremajakan, 28.613 ha direhabilitasi, dan sisanya seluas 15.900 ha masuk intensifikasi.Target perbaikan kebun pada tahun depan ini masuk ke dalam program Gerakan Nasional Peningkatan Produksi dan Mutu Kakao (Gernas kakao)."Kegiatan Gernas Kakao ini terus dilakukan sebagai upaya untuk menjaga agar perkebunan kakao rakyat tidak banyak terserang penyakit dan berusia tua," ujar Menteri Pertanian Suswono di Jakarta, kemarin.Dia menyatakan lebih kurang 70.000 ha kebun kakao rakyat saat ini dalam keadaan rusak dan tua, sedangkan seluas 145.000 ha lainnya kurang dipelihara petani.Upaya perbaikan yang dilakukan oleh pemerintah ini mendapatkan sambutan positif dari daerah penghasil kakao. Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh menyatakan wilayahnya merupakan salah satu penghasil kakao di Indonesia."Keberhasilan dari Gernas kakao ini akan menentukan peningkatan produksi di sejumlah sentra komoditas ini, tidak hanya di Sulbar saja, tapi juga sentra penghasil kakao lainnya," ujarnya.Dia mengatakan setiap tahun hasil dari Gernas kakao ini dapat dirasakan oleh petani. Selain itu, dalam 2 tahun hingga 3 tahun ke depan diharapkan Indonesia akan menjadi penghasil kakao nomor satu di dunia.Jika hal ini terjadi, ujarnya, maka Indonesia akan menggeser produsen nomor satu di dunia saat ini yakni Pantai Gading, dan Ghana yang berada di tingkat kedua.Gubernur menyatakan Gernas kakao telah berkontribusi terhadap peningkatan produksi komoditas ini secara nasional. Pada 2011, kata dia, Sulbar akan menganggarkan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp30 miliar. Dana ini bakal menambah jumlah kucuran dana dari Gernas kakao yang diterima oleh Sulbar sebesar Rp250 miliar.(er)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top