Posindo genjot laba jelang tutup tahun

BANDUNG: PT Pos Indonesia (Posindo) akan lebih agresif menggenjot laba perusahaan dalam dua bulan terakhir ini meskipun langkah itu dinilai cukup berat.Berdasarkan catatan perusahaan, laba yang diraih per Oktober 2010 mencapai Rp10,5 miliar, masih jauh
News Editor
News Editor - Bisnis.com 15 Desember 2010  |  07:54 WIB

BANDUNG: PT Pos Indonesia (Posindo) akan lebih agresif menggenjot laba perusahaan dalam dua bulan terakhir ini meskipun langkah itu dinilai cukup berat.

Berdasarkan catatan perusahaan, laba yang diraih per Oktober 2010 mencapai Rp10,5 miliar, masih jauh dari target tahun ini Rp170 miliar. Padahal, pada tahun 2009, perusahaan mampu membukukan laba Rp82 miliar.

Manajer Humas Pos Indonesia Awan Rusniawan mengemukakan penurunan laba perusahaan memang cenderung menurun seiring dengan membengkaknya biaya perusahaan.

Kalau dari sisi pendapatan memang ada kenaikan, tetapi kenaikan biaya cenderung lebih tinggi sehingga menekan laba, katanya hari ini.

Untuk mengatasi penurunan laba tersebut, perusahaan terus melakukan evaluasi terhadap kinerja perusahaan. Beberapa langkah efisiensi sudah dan akan dilakukan agar perusahaan mampu meraih laba lebih besar lagi.

Yang namanya bisnis tentu harus dibarengi pula dengan evaluasi untuk memperbaiki kinerja perusahaan, tuturnya.

Dia mengemukakan di samping melakukan efisiensi, perusahaan bisa saja menaikkan tarif jasa untuk mendongkrak laba perusahan.

Akan tetapi, katanya, rencana tersebut masih harus dibahas dengan pihak-pihak yang berkepentingan.

Dia menambahkan kinerja perusahaan saat ini masih ditopang oleh bisnis persuratan yang memiliki share market 55%, jasa keuangan 34%, dan logistik sebesar 6%.

Kami optimistis masih mampu mempertahankan bahkan meningkatkan kinerja pada unit-unit bisnis itu, tuturnya.

Sementara itu, perusahaan mendapatkan dana kompensasi public service obligation (PSO) sebesar Rp255 miliar untuk operasional 2011, lebih kecil dari usulan perusahaan sebesar Rp375 miliar.

Direktur Pemasaran dan Pengembangan Pos Indonesia Setyo Riyanto mengatakan dana PSO tersebut akan disalurkan kepada 2.363 unit kantor yang tersebar di pelosok Tanah Air.

Dana PSO yang diterima untuk 2011, lebih besar dari PSO 2010 sebesar Rp175 miliar, katanya hari ini.

Nilai PSO yang didapat pada 2010 pun lebih kecil dari pengajuan awal sebesar Rp255 miliar. Semetara itu, nilai PSO pada 2009 mencapai Rp175 miliar, lebih rendah dari pengajuan perusahaan sebesar Rp256 miliar.

Setyo mengatakan perusahaan kini mengkhawatirkan penerapan Undang-undang No.38/2009 tentang Pos yang salah satunya mengatur lebih ketat tentang pengucuran PSO.

Setyo mengatakan dalam aturan itu bahkan mekanisme realisasi PSO bahkan harus ditender.

Akan tetapi, itu belum berjalan karena peraturan pemerintahnya juga belum ada, katanya. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top