Investasi tahun depan ditarget naik 27%

JAKARTA: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menargetkan perolehan investasi tahun depan sebesar Rp203,7 triliun, meningkat 27,2% dari target tahun ini sebesar Rp160,1 triliun.
Yanto Rachmat Iskandar | 15 Desember 2010 07:25 WIB

JAKARTA: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menargetkan perolehan investasi tahun depan sebesar Rp203,7 triliun, meningkat 27,2% dari target tahun ini sebesar Rp160,1 triliun.

Deputi Kepala BKPM Bidang Perencanaan Penanaman Modal Himawan Hariyoga mengaku optimis target tahun depan tercapai. Pasalnya, dari target investasi Rp160,1 triliun pada 2010, per kuartal III/2010 sudah terealisasi 93,5% atau setara Rp149,6 triliun.Hingga akhir 2010, target Rp160,1 triliun ini sangat optimis bisa terlampaui. Tahun 2011, target kami Rp203,7 triliun. Kami sangat optimis untuk bisa mencapai itu, katanya dalam acara diskusi Investasi dan Prospek Bisnis 2011 yang diselenggarakan HKI hari ini.Hingga kuartal III/2010, BKPM mencatat realisasi investasi PMA dan PMDN di Indonesia secara kumulatif mencapai Rp149,6 triliun, meningkat 33,4% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp112,1 triliun.Realisasi investasi pada kuartal III/2010 sendiri mencapai Rp56,7 triliun, di mana 37,7% atau setara Rp21,4 triliun tersebar di luar Pulau Jawa. Hal ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2009 dimana investasi di luar Pulau Jawa hanya 12,9% atau Rp5,9 triliun.Adapun dari Rp56,7 triliun, sebesar 70,7% masih disumbang oleh PMA (Rp40,1 triliun) dan 29,3% sisanya dari PMDN (Rp16,6 triliun). Namun porsi PMDN ini meningkat jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2009 yang sebesar 22,7%.Hal ini menunjukkan ada perbaikan sebaran investasi antara Jawa dan luar Jawa serta perbaikan porsi PMDN. Kami juga optimis di 2011 akan lebih baik situasinya, katanya.Himawan mengatakan ada beberapa alasan untuk jadi optimis di 2011. Secara prinsip, lanjutnya, tahun 2010 pada umumnya BKPM sudah memperbaiki iklim investasi dan membangun kemampuan eksekusi yang lebih baik dan di 2011 tinggal melanjutkan. Perbaikan iklim tetap dilakukan melalui perbaikan kerangka regulasi. Tapi membangun kemampuan eksekusi yang lebih penting, katanya.Dari sisi regulasi, lanjutnya, adanya percepatan penyelesaian RUU pengadaan lahan menjadi salah satu alasan optimisme pencapaian investasi yang lebih tinggi di 2011. Kita berharap kendala tanah paling tidak bisa dipecahkan dalam waktu yang tidak terlalu lama, katanya. (mrp)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top