RI dapat bantuan ADB US$880 juta per tahun

JAKARTA : Pemerintah mengungkapkan Bank Pembangunan Asia (ADB) setiap tahunnya menyediakan bantuan pinjaman sebesar US$880 juta untuk mendanai pembangunan di Indonesia.Dewo Putranto, Direktur Kerjasama Pendanaan Multilateral Kementerian Perencanaan Pembangunan
Yanto Rachmat Iskandar
Yanto Rachmat Iskandar - Bisnis.com 15 Desember 2010  |  10:17 WIB

JAKARTA : Pemerintah mengungkapkan Bank Pembangunan Asia (ADB) setiap tahunnya menyediakan bantuan pinjaman sebesar US$880 juta untuk mendanai pembangunan di Indonesia.Dewo Putranto, Direktur Kerjasama Pendanaan Multilateral Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Bappenas, menjelaskan bantuan tersebut merupakan bagian dari kerja sama antara ADB dan pemerintah Indonesia dalam kerangka program country partnership strategic.Program ini sedang kita susun bersama dengan ADB berdasarkan evaluasi kerjasama selama ini. Setiap tahunnya memang selalu disediakan dana USD880 juta, terserah mau dipakai atau tidak, ujar dia di kantornya, hari ini.Menurut dia, bantuan pinjaman tersebut merupakan bagian dari dana sebesar US$9 miliar yang disediakan ADB untuk negara-negara berkembang, khususnya untuk pembangunan pembangkit tenaga listrik. Terkait dengan itu, pemerintah tengah menyiapkan proposal untuk memanfaatkan bantuan ADB tersebut guna mendukung kegiatan-kegiatan prioritas pembangunan nasional.Proyeknya berupa transmisi Kalimantan-Serawak. Ini yang sedang disiapkan, mudah-mudahan bisa cepat dan energy listrik yang melimpah di Malaysia bisa digunakan untuk kebutuhan listrik di Indonesia, paparnya.Dewo menyebutkan untuk merealisasikan proyek tersebut, setidaknya dibutuhkan dana sebesar US$200 juta, di mana ADB dan Agence Francaise de developpement (AFD) berniat memberikan pinjaman masing-masing US$50 juta. Sementara, pemerintah menyediakan rupiah pendamping yang berasal dari APBN sebesar US$100 juta.Persyaratan utamanya hanya kesiapan proyeknya saja. Kalau dinilai sudah siap, maka persetujuan pinjaman dari ADB bisa direalisasikan, tandasnya.Selain proyek transmisi energi listrik, lanjut dia, pemerintah juga tengah menyiapkan proyek pembangunan jalan perbatasan Kalimantan dan Serawak, Malaysia dengan kebutuhan anggaran mencapai US$250 juta. Rencananya, pemerintah akan mengajukan pinjaman dari ADB dan Bank Pembangunan Islam (Islamic Development Bank/IDB) guna mendanai proyek tersebut.ADB akan membantu sebesar USD180 juta, sedangkan IDB membantu sebesar USD70 juta, ucap Dewo. (mrp)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top