Penghijauan bukan untuk komitmen internasional

Aprilian Hermawan | 15 Desember 2010 05:01 WIB

DEPOK: Wapres Boediono mengatakan gerakan penanaman pohon yang dilakukan di Indonesia bukan hanya untuk memenuhi komitmen terhadap asing dan dunia internasional yang telah mengucurkan hibah untuk pengurangan emisi.

Menurut Wapres, dana hibah yang dikucurkan dari pemerintah Norwegia sebesar US$1 miliar untuk program redaksi emisi dan dampak deforestasi (REDD) pengurangan emisi selama 5 tahun itu terbilang kecil dibandingkan dengan apa yang telah dilakukan oleh Indonesia dalam melakukan penghijauan.

Jangan kita melihat tanda tangan [kerja sama] dengan Norwegia sebesar US$1 miliar untuk 5 tahun. Uangnya kecil, tetapi yang terpenting adalah semangat kita untuk anak cucu. Semangat menjaga dan memelihara dunia, ujarnya saat acara Bulan Menanam Nasional 1 miliar pohon di sempadan Situ Rawa Badak, Depok, hari ini.

Wapres menanam pohon kenari di sempadan Situ Rawa Badak. Boediono juga meresmikan persemaian atau pembibitan permanen yang menggunakan teknologi modern. Persemaian permanen ini akan memasok bibit-bibit unggul untuk melanjutkan gerakan penanaman pohon di Indonesia.

Boediono melanjutkan Indonesia saat ini menjadi salah satu akses hutan dunia. Dunia internasional sangat tegrantung mengharapkan kontribusi Indonesia dalam mengurangi pemanasan global. Peran tersebut akan dilakukan oleh Indoensia dengan baik.

Namun, tujuan gerakan penanaman pohon di Indonesia bukan semata-mata sebuah untuk memenuhi komitmen di dunia internaisonal. Tujuannya lebih mulia untuk memberikan warisan kepada generasi penerus bangsa Indonesia.

Kita ditakdirkan menjadi generasi menanam bukan menuai hasil. Nanti yang memetik buahnya adalah generasi berikutnya. Anak cucu kita jelasnya.

Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengatakan Bulan Menanam Nasional yang dilakukan setiap Desember merupakan bagian dari gerakan penanaman dengan tema penanaman 1 miliar pohon. Tema ini selaras dengan komitmen Indonesia untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 26% dengan upaya sendiri, dan sebesar 41% dengan bantuan dunia internasional.

Menurut Zulkifli, pada 28 November saat dilakukan penanaman pohon oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jatiluhur Purwakarta, gerakan menanam ini sudah mencapai 610 juta batang pohon. Hingga kini, pohon yang ditanam di berbagai wilyah jumlahnya sudah mencapai 1,13 miliar batang bohon.

Target 1 miliar batang pohon pada Januari 2011 sudah terlampaui, jelas Zulkifli.

Wapres Boediono mengaku gembira dengan hasil yang telah dicapai tersebut. Menurut Wapres, gerakan menanam pohon ini harus dilanjutkan tidak semata-mata hanya simbol dan angka-angka semata. Namun, harus direalisasikan. (mrp)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top