Penyalur dana KUR ditingkatkan

JAKARTA: Kementerian Koperasi dan UKM pada 2011 meningkatkan jumlah perbankan peserta penyalur kredit usaha rakyat (KUR) menyusul keberhasilan penyaluran pada tahun ini yang telah melampaui target Rp13,1 triliun per 10 Desember.
Muhammad Sarwani | 15 Desember 2010 11:50 WIB

JAKARTA: Kementerian Koperasi dan UKM pada 2011 meningkatkan jumlah perbankan peserta penyalur kredit usaha rakyat (KUR) menyusul keberhasilan penyaluran pada tahun ini yang telah melampaui target Rp13,1 triliun per 10 Desember.

Sjarifuddin Hasan, Menteri Koperasi dan UKM, mengatakan peningkatan jumlah perbankan tersebut diutamakan terhadap Bank Pembangunan Daerah (BPD) maupun kemungkinan Bank Perkreditan Rayat (BPR) yang masuk dalam skala lembaga keuangan mikro.

"Kami tengah mengkaji sejumlah BPD untuk mendorong peranan 13 BPD lainnya yang telah lebih dulu eksis menjadi peserta penyalur KUR. Selain itu, kami juga mewacanakan BPR ikut dalam program ini," ujar Sjarifuddin kepada wartawan hari ini.

Kementerian Koperasi dan UKM juga berniat melibatkan koperasi simpan pinjam (KSP) untuk meningkatkan jumlah penyaluran untuk pembiayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) melalui linkage program.

Namun belum diketahui secara pasti berapa KSP atau lembaga keuangan mikro (LKM) yang telah terlibat dalam linkage program yang khusus menyalurkan dana kepada pelaku usaha mikro sebagai target utama.

Jumlah penyaluran KUR 10 Desember 2010 telah melampaui target bawah Rp13,5 triliun, karena target awal adalah sebesar Rp13,1 triliun. Pemerintah berkeinginan meningkatkan peranan pelalu usaha mikro pada 2011 demean meningkatkan jumlah lembaga keuangan perbankan maupun non perbankan

Semakin banyak lembaga penyalur, semakin besar jumlah UMKM yang bisa memanfaatkan dana KUR yang disalurkan demean pola penjaminan dari pemerintah sebesar 70%. Sisanya ditanggung oleh perbankan penyalur.

Untuk sektor hulu di bidang pertanian dan perkinanan, pemerintah melalui Kementerian Koordinatior Perekonomian sebagai coordinator program KUR, bahkan memberi jaminan lebih tinggi,m yakni sekitar 80%. (tw)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup