Jatim targetkan pasok 5% kebutuhan energi nasional 2025

SURABAYA: Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus mendorong pengembangan energi terbarukan di wilayahnya, dan menargetkan dapat memasok 5% dari kebutuhan energi nasional pada 2025.
News Editor | 15 Desember 2010 04:52 WIB

SURABAYA: Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus mendorong pengembangan energi terbarukan di wilayahnya, dan menargetkan dapat memasok 5% dari kebutuhan energi nasional pada 2025.

Pengembangan energi terbarukan di Jatim seperti panas bumi, bahan bakar nabati (biofuel), aliran air sungai (mikro hidro), panas surya, angin dan biomasa/biogas diharapkan dapat berperan besar pada 2025, bahkan ditargetkan bisa memasok 5% dari kebutuhan energi nasional. Total cadangan energi terbarukan di Jatim bila dikonversi menjadi tenaga listrik ditaksir sekitar 800.000 mega watt (MW).Kepala Biro Administrasi Sumber Daya Alam (SDA) Setdaprov Jatim Jogy Hendryadi mengatakan pihaknya kini mulai mengembangkan penggunaan cadangan energi terbarukan, agar ke depan kontribusinya terhadap pasokan energi di Jatim maupun nasional dapat ditingkatkan."Pengembangan penggunaan cadangan energi terbarukan di Jatim didorong terus oleh Pemprov. Jatim memiliki cadangan besar namun belum semuanya tergarap secara maksimal, ke depan hal ini akan dikembangkan secara masif," kata Jogy kepada pers, hari ini.Upaya pengembangan energi terbarukan itu, menurut dia, sebagai langkah untuk mengantisipasi kelangkaan sumber energi berbahan baku fosil yang kian menipis cadangannya.Lebih jauh Jogy mengungkapkan potensi energi terbarukan yang ada di Jatim terdiri atas energi air, biogas, biomasa, surya, gelombang, dan panas bumi."Energi-energi tersebut yang terkategorikan dapat terbarukan berhasil dipetakan dan didata potensinya di Jatim. Total potensinya bila dikonversi menjadi energi listrik mencapai 796.845 mega watt," jelasnya.Data yang berhasil dihimpun Bisnis mengungkapkan cadangan energi terbarukan di Jatim berjumlah 796.845 MW, terdiri atas sejumlah energi yakni air dengan potensi 38.244,69 MW, angin (165.008,43 MW), biogas (390.456,12 MW), biomasa (31.918,31 MW), surya (24.955,05 MW), gelombang (145.058,1 MW), dan panas bumi (diduga mencapai 1.206 MW).Khusus untuk energi panas bumi, Pemprov Jatim bekerja sama dengan pemerintah pusat tengah melakukan tender untuk sumber panas bumi di Ngebel, Kab. Ponorogo dan Kawah Ijen, Kab. Bondowoso. (er)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top