Ekspor RI tak terpengaruh penguatan rupiah

SINGAPURA: Ekspor Indonesia diprediksi tidak akan terkena dampak signifikan dari penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Yanto Rachmat Iskandar | 15 Desember 2010 05:46 WIB

SINGAPURA: Ekspor Indonesia diprediksi tidak akan terkena dampak signifikan dari penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Chief Economist PT Mandiri Sekuritas Destry Damayanti mengatakan 60% dari total ekspor nasional dalam bentuk komoditas, sehingga total nilai ekspor lebih tergantung pada pergerakan harga komoditas dunia dibandingkan dengan pergerakan nilai tukar rupiah.Jadi, walaupun rupiah terus menguat, kami [Indonesia] tidak takut karena 60% dari ekspor Indonesia berbasis komoditas, ujarnya di hadapan sejumlah jurnalis Singapura siang ini.Dia menyampaikan hal itu dalam rangka konferensi pers yang digelar PT Mandiri Manajemen Investasi yang berekspansi ke Singapura.Turut hadir dalam acara tersebut Presiden Komisaris Mandiri Investasi Hari Gunardi, Presiden Direktur Manajemen Investasi Abiprayadi Riyanto, dan Direktur Mandiri Investasi Andreas Muljadi Gunawidjaja.Dia menyebutkan rupiah memang berpotensi untuk terus terapresiasi, mengacu pada kebijakan Bank Indonesia yang akan mengurangi intervensi terhadap pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.Per 10 November, Bank Indonesia menaikkan ketentuan cadangan minimum bank dari 5% menjadi 8%. Ini merupakan sinyal transisi dari kebijakan moderate ease menjadi moderate tight, jelasnya.Dia memperkirakan nilai tukar rupiah pada tahun depan berada di kisaran Rp8.762 per dolar AS per akhir 2011 dengan rata-rata sepanjang tahun Rp8.819 per dolar AS. Adapun, posisi nilai tukar rupiah per akhir tahun ini diperkirakan Rp8.972 per dolar AS, dengan rata-rata sepanjang tahun Rp9.079 per dolar AS.Dia menambahkan dana asing juga masih akan terus mengalir masuk ke Indonesia pada tahun depan. Selain itu, Destry menyebutkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun depan akan lebih seimbang karena didorong oleh konsumsi dan investasi. (mrp)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top