Presiden: Gaji TKI ternyata lebih tinggi dari menteri

MALANG: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terperangah setelah mendapatkan penjelasan dari seorang calon tenaga kerja Indonesia (TKI) yang akan ditempatkan di Seychelles, Selandia Baru, dan dijanjikan mendapatkan gaji Rp30 juta per bulan.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 15 Desember 2010  |  10:58 WIB

MALANG: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terperangah setelah mendapatkan penjelasan dari seorang calon tenaga kerja Indonesia (TKI) yang akan ditempatkan di Seychelles, Selandia Baru, dan dijanjikan mendapatkan gaji Rp30 juta per bulan.

Kalau begitu gaji TKI lebih besar dari gaji menteri, kata Presiden di Gedung Grahadi Surabaya dalam teleconference dengan Walikota Malang Peni Suparto di Malang, hari ini.

Presiden lalu mempertanyakan apakah calon TKI dengan gaji sebesar itu masih memerlukan bantuan pinjaman lewat skema kredit usaha rakyat (KUR).

Fauzan, calon TKI tersebut, mengungkapkan pihaknya masih memerlukan KUR karena untuk pemberangkatannya, calon TKI memerlukan biaya yang tidak sedikit dan karena itulah dibutuhkan bantuan dari perbankan dalam skema penyaluran KUR untuk calon TKI.

Walikota juga memberikan pernyataan senada yang intinya KUR untuk calon TKI tetap diperlukan.

Hal itu bisa terjadi karena calon TKI seringkali tidak mempunyai biaya untuk persyaratan pengiriman ke negara tujuan. Praktik yang sering terjadi, calon TKI terjerat utang ke rentenir sehingga merugikan mereka.

Jika calon TKI mendapatkan KUR, mereka akan diuntungkan karena suku bunga KUR relatif ringan, sehingga dapat membebaskan mereka dari jerat rentenir yang biasanya mematok bunga tinggi dalam memberikan pinjaman ke calon TKI.

Sampai dengan Oktober 2010, tahun ini TKI yang berangkat ke luar negeri sebanyak 125 orang. Negara-negara tujuan TKI asal Malang yang terbesar adalah ke Hong Kong (55), Singapura (22), Taiwan (21), Brunei Darussalam (2), dan Selandia Baru (1).

Peni memastikan 125 TKI asal Kota Malang yang dikirim bekerja ke luar negeri semuanya bekerja di sektor formal, seperti perkebunan, manufaktur, dan peternakan, sedangkan pelaksana penempatan TKI swasta (PPTKIS) sebanyak 13 perusahaan.

Perusahaan-perusahaan tersebut, a.l. PT Bina Mandiri Mulya Raharja, PT Citra Abadi Nusa, PT Mega Utama Karya Nugraha, PT Parko Laut, PT Sinergi (Mitra Sukses Mandiri), PT Hindarta Arga Raya, PT Berkat Sukses Makmur Sejahtera, PT Amalia Rozikin, PT Tritama Bina Karya, PT Sodo Sakti Jaya, PT Binadinamata Rama, dan PT Dharma Rahardja.

Presiden dalam kesempatan tersebut berpesan kepada Fauzan dan calon TKI lainnya jika telah diberangkatkan dan telah menerima gaji agar pandai-pandai memanfaatkan gaji mereka.

Gaji tersebut selain digunakan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban TKI dan biaya hidup, juga sedapatnya ditabung untuk membuka usaha di Tanah Air. Presiden juga berpresan TKI yang mendapatkan pengalaman bekerja di sektor peternakan maupun lainnya bisa pulang kampung dengan mengembangkan kegiatan usaha seperti yang mereka geluti di luar negeri. Bisa melakukan alih pengetahuan dan teknologi.(k24)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top