Sekitar 10.000 buruh lakukan demo di DPR

JAKARTA: Lebih dari 10.000 buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) mengepung Gedung DPR, hari ini menuntut dihapuskannya perubahan revisi UU no 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
Yanto Rachmat Iskandar
Yanto Rachmat Iskandar - Bisnis.com 15 Desember 2010  |  06:23 WIB

JAKARTA: Lebih dari 10.000 buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) mengepung Gedung DPR, hari ini menuntut dihapuskannya perubahan revisi UU no 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Ketua Serikat Pekerja Tekstil Sandang Kulit kabupaten Bandung, Uben Yunara mengkritik bahwa revisi uu no 13 tahun 2003 tersebut hanya akan merugikan buruh. Harus ditolak revisi UU no 13 itu karena ada indikasi pemerintah akan kurangi hak pesangon, katanya hari ini.Selain itu, para buruh yang berasal dari DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten ini juga menuntut segera disahkan RUU Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), dan memasukkan amendemen UU no. 3/1951 yang memberlakukan UU no. 23/1948 tentang Pengawasan Perburuhan."Dengan disahkannya RUU BPJS ini, seluruh elemen masyarakat terjamin kesejahteraan sosialnya, berobat jadi tanggung jawab pemerintah, dan sekolah gratis," ujar Uben.Dalam rapat paripurna yang diselenggarakan DPR, kemarin, revisi UU no 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan resmi dikeluarkan dari Prolegnas 2011 menyusul tuntutan penolakan dari beberapa anggota dewan, khususnya Rieke Dyah Pitaloka dari fraksi PDIP.Dia menganggap revisi UU no 13 tahun 2003 tidak lebih penting dibandingkan dengan RUU BPJS, UU No 3 Tahun 1951, dan Perpres No 21 Tahun 2010 tentang Pengawasan Ketenagakerjaan. (mrp)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top