Jatim jadi tujuan utama investasi PMDN

MALANG: Provinsi Jawa Timur mengklaim menjadi tujuan utama investor dalam negeri lewat Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sehingga menempati urutan pertama secara nasional pada periode Januari-September 2010.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 14 Desember 2010  |  11:05 WIB

MALANG: Provinsi Jawa Timur mengklaim menjadi tujuan utama investor dalam negeri lewat Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sehingga menempati urutan pertama secara nasional pada periode Januari-September 2010.

David Kaluge, anggota Dewan Riset Pemprov Jatim, mengatakan jumlah proyek investasi PMDN yang disetujui selama Januari-September 2010 mencapai 65 proyek dengan nilai investasi sebesar Rp32,62 triliun serta berhasil membuka lapanan kerja sebanyak 28.791 orang.

Dibandingkan dengan periode yang sama 2009, terjadi peningkatan yang tajam. Pada periode yang sama 2009, nilai investasi PMDN sebanyak Rp25,41 triliun dan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 19.437 orang, kata David Kaluge pada Seminar dan Diskusi Fokus Grup Perkembangan Ekonomi Terkini dab Outlook Perekonomian 2011 di Malang, hari ini.

Dari sisi penanaman modal asing (PMA), lanjut Dosen FE Universitas Brawijaya Malang itu, Jatim merupakan ranking kedua tujuan investasi PMA setelah Jakarta. Jumlah proyek PMA selama periode yang sama 2009 mencapai US$1,41 juta dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 10.532 orang.

Wibisono, Deputi Pemimpin Bank Indonesia Surabaya, mengatakan investasi diperlukan untuk meningkatkan kapasitas perekonomian di Jatim.

Peningkatan kapasitas itu diperlukan mengantisipasi ada kecenderungan agak memanasnya perekonomian sebagai dampak tingginya pertumbuhan perekonomian Jatim pada kuartal III/2010.

Pada kuartal III/2010, menurut dia, produk domestik regional bruto (PDRB) Jatim tumbuh 7,14% secara year on year, lebih tinggi bila dibandingkan dengan nasional yang mencapai 5,8%, dan secara keseluruhan akan mencapai peretumbuhan sebesar 6,4%-6,8% di akhir 2010.

Inflasi 2010 cenderung meningkat dan berada di atas kisaran yang telah diproyeksikan. Tekanan bahkan dirasakan sejak awal tahun.

Sumbangan inflasi terbesar beraask dari kenaikan hargfa volaite food 50%, serta kenaikan harga barang yang diatur pemerintah, adminitered price, seperti kenaikan tarif dasar listrik, tarif kereta api, biaya pembuatan surat tanda nomor kendaraan (STNK).

Dia memproyeksikan, inflasi Jatim sampai dengan akhir tahun berada pada angka 6,3%-6,5%. Sumbangan terbesar pertumbuhan ekonomi di Jatim dari sektor konsumsi, yakni perdagangan, hotel, dan restoran.

Untuk jangka pendek, hal itu sah-sah saja. Namun untuk jangka panjang tidak sehat karena sektor tersebut tidak tradeable. Perlu di geser ke pertanian dan industri karena sektor tersebut tradeable dan sustainable. Terutama saat menghadapi guncangan krisis ekonomi.

Sedangkan pertumbuhan ekonomi Jatim pada 2011, dia memproyeksikan berada dikisaran 6,6%-7,1% yang dipicu oleh konsumsi masyarakat, perbaikan kinerja ekspor, dan investasi.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top