Penundaan pembatasan BBM subsidi dikecam

JAKARTA: Kendati rencana pemberlakuan pembatasan bahan bakar minyak (BBM) subsidi diundur hingga akhir kuartal I/2010 dan masih tergantung dari persetujuan DPR terhadap kajian menyeluruh dari pemerintah, rencana tersebut tetap mendapat kritikan.
Tiara Syahra Syabani
Tiara Syahra Syabani - Bisnis.com 14 Desember 2010  |  10:54 WIB

JAKARTA: Kendati rencana pemberlakuan pembatasan bahan bakar minyak (BBM) subsidi diundur hingga akhir kuartal I/2010 dan masih tergantung dari persetujuan DPR terhadap kajian menyeluruh dari pemerintah, rencana tersebut tetap mendapat kritikan.

Direktur Eksekutif Reforminer Institute Pri Agung Rakhmanto mengatakan pihaknya menyambut baik penundaan jadwal pelaksanaan BBM subsidi. Akan tetapi, dia tetap menegaskan bahwa pembatalan rencana tersebut sebagai pilihan terbaik.

"Bagus, positif, kalau ditinjau kembali dan kemudian dibatalkan juga malah lebih baik," ujarnya, sore ini.

Pembatasan BBM subsidi untuk 2011, kata dia, sebenarnya bukan keputusan terbaik. Selain karena masalah ketidaksiapan infrastruktur, penghematan yang ada tidak terlalu signifikan. Dia menambahkan kalau kebijakan tersebut juga tidak cukup antisipatif terhadap potensi kenaikan harga minyak yang sangat mungkin terjadi tahun depan

Lebih lanjut, kata dia, dengan penghematan yang tidak terlalu signifikan, jika harga minyak tahun depan lebih tinggi daripada asumsi APBN maka subsidi BBM akan tetap saja membengkak dan tidak bisa tertutupi dari penghematan yang diperoleh.

Pri Agung pun berharap agar DPR dan pemerintah segera merevisi terlebih dahulu Perpres No./2006 untuk menekan BBM subsidi sekitar 1 juta kl yang selama ini masih dikonsumsi oleh kapal-kapal pelayaran dan kendaraan-kendaraan penunjang industri serta pertambangan.

"Juga ada baiknya pemerintah mengkaji opsi lain seperti menaikan harga BBM Rp200-Rp300 per liter. Ini akan menghemat hingga Rp11 triliun dan lebih antisipatif terhadap naiknya harga minyak hingga lebih tinggi sekitar US$10 per barel daripada asumsi APBN," ujarnya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh sempat menyebutkan kalau pengaturan BBM subsidi diberlakukan pada Januari 2011 secara bertahap dimulai dari Jabodetabek maka secara kumulatif penghematan BBM subsidi bisa sebesar 2,11 juta kl atau setara Rp3,80 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top