PLN hemat Rp50 miliar/bulan jika trafo Gandul jalan

JAKARTA: PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mengklaim pengoperasian trafo interbus (interbus transformer/IBT) 500/150 kV dengan kapasitas 500 mega volt ampere (MVA) di GITET (gardu induk tegangan ekstra tinggi) Gandul bisa menghemat Rp50,4 miliar
Tiara Syahra Syabani
Tiara Syahra Syabani - Bisnis.com 14 Desember 2010  |  08:27 WIB

JAKARTA: PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) mengklaim pengoperasian trafo interbus (interbus transformer/IBT) 500/150 kV dengan kapasitas 500 mega volt ampere (MVA) di GITET (gardu induk tegangan ekstra tinggi) Gandul bisa menghemat Rp50,4 miliar per bulan.Direktur Operasi Jawa Bali PLN Ngurah Adnyana mengatakan pengoperasian IBT baru di Gandul dapat mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Muara Karang hingga 15.000 kiloliter (kl) setiap bulannya atau setara dengan penghematan Rp50,4 miliar per bulan."Pengoperasian trafo IBT ini akan meningkatkan pasok listrik pada sistem Jawa Bali khususnya Jakarta, sekaligus meningkatkan fleksibilitas manuver beban dengan subsistem lain pada jaringan Jawa Bali jika terjadi gangguan," ujar Ngurah Adnyana, dalam peresmian IBT Gandul, hari ini.Pembangunan IBT Gandul ini menelan investasi Rp195 miliar. Dia menyebutkan tahun ini pihaknya menargetkan penambahan lima unit IBT 500kV/150 Kv dengan kapasitas total 2.500 MVA. Adapun lima IBT tersebut adalah IBT Gandul yang sudah beroperasi sejak 11 Desember 2010, IBT Bekasi (sudah beroperasi 16 November 2010), IBT Cilegon (target operasi sebelum Natal 2010), IBT Cilegon (target operasi sebelum Natal 2010), dan IBT Kembangan.

Khusus untuk IBT Kembangan, Ngurah memperkirakan pengoperasiannya paling lambat mulai awal tahun depan karena saat ini perangkat trafonya masih dalam pengiriman ke Indonesia. "Investasi untuk pembangunan 5 IBT tersebut sebesar Rp500 miliar," ujar dia.

Lebih lanjut dia menambahkan hingga akhir 2010, sistem kelistrikan Jawa Bali mendapat tambahan pasokan daya 1.130 megawatt (MW) dengan masuknya PLTU Indramayu, PLTU Labuan 2 dan repowering PLTU Muara Karang.

Di sisi transmisi, selain penambahan lima unit trafo IBT juga terdapat tambahan 44 unit trafo 150 kV dan 70 kV dengan total kapasitas 2.520 MVA. Untuk distribusi terdapat tambagan 7.317 unit trafo distribusi dengan total kapasitas 817,53 MVA.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top