Perbankan diminta dukung industri perkapalan

JAKARTA: Kalangan perbankan nasional diharapkan memberi dukungan pembiayaan melalui skema khusus untuk industri galangan kapal di dalam negeri.
manda
manda - Bisnis.com 14 Desember 2010  |  08:19 WIB

JAKARTA: Kalangan perbankan nasional diharapkan memberi dukungan pembiayaan melalui skema khusus untuk industri galangan kapal di dalam negeri.

Saat ini, dukungan pendanaan dari perbankan nasional dinilai belum optimal, disertai dengan belum adanya kebijakan suku bunga khusus bagi pelaku usaha di sektor perkapalan.

Masih sedikit bank yang memberikan dukungan untuk pembiayaan pembangunan kapal baru. Selain itu, suku bunga yang ditawarkan pun masih tinggi, sehingga banyak pelaku usaha di sektor ini yang mencari pendanaan ke luar negeri. Kondisi ini disayangkan sekali, kata Soerjono, Direktur Maritim, Kedirgantaraan dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian kepada Bisnis, hari ini.

Perbankan nasional, kata Soerjono, sebenarnya dapat meningkatkan pengucuran kredit ke sekor riil in, khususnya galangan kapal, mengingat potensi pasar dan produksi kapal-kapal baru yang terus bertumbuh.

Ke depan, pihaknya berupaya memfasilitasi persoalan ini dengan mendorong adanya skema pembiayaan khusus kepada industri galangan kapal nasional.

Kami akan bicarakan lagi, dulu sempat ada pertemuan dengan pihak Bank Indonesia dan perbankan. Saat ini suku bunga bank yang ditawarkan mereka masih tinggi, di satu sisi fasilitas kredit perbankan yang belum dimanfaatkan masih besar. Kami berharap ada skema pembiayaan khusus, tuturnya.

Masalah suku bunga bank yang tinggi, menjadi salah satu faktor penghambat perkembangan industri galangan kapal nasional selain faktor kebijakan moneter dan fasilitas/kebijakan yang sebagian besar sudah out of date.

Pada tahun ini, menurut Soerjono, utilisasi galangan kapal nasional untuk produksi kapal-kapal baru berada di kisaran 80%. Adapun perusahaan galangan kapal skala kecil, tingkat utilisasinya berada di kisaran 50%-60%.

"Secara rata-rata utilisasi sekarang sekitar 80%. Pekerjaan untuk galangan-galangan kapal besar sekarang penuh, kalau yang kecil masih agak kurang, katanya. (hl)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top