Cetak biru dan peta jalan soal sawit disinkronisasikan

JAKARTA: Pemerintah akan melakukan sinkronisasi peta jalan (road map) komoditas perkebunan kelapa sawit dengan cetak biru (blue print) pertanian jangka panjang.
Arif Budi Winarto | 13 Desember 2010 07:42 WIB

JAKARTA: Pemerintah akan melakukan sinkronisasi peta jalan (road map) komoditas perkebunan kelapa sawit dengan cetak biru (blue print) pertanian jangka panjang.

Menteri Pertanian Suswono mengungkapkan cetak biru yang merupakan strategi komprehensif (grand strategy) pembangunan pertanian itu segera disusun oleh tim perumus.

"Cetak biru pembangunan pertanian jangka panjang yang tim perumusnya segera dibentuk melalui SK Menteri Pertanian pada Desember ini nantinya merumuskan kebijakan pembangunan. Di dalamnya termasuk juga soal perkebunan," ujarnya di Kementerian Pertanian hari ini.

Dia mengatakan cetak biru pertanian khusus untuk perkebunan, utamanya sawit akan disinkronisasikan dengan roadmap yang sedang dibentuk oleh Kementerian Perdagangan.

Menurut dia, setiap kebijakan yang akan dikeluarkan antarkementerian mesti disinkronisasikan, sehingga menjadi pedoman yang jelas pada para pemangku kepentingan.

Dia menjelaskan pada cetak biru yang akan dirumuskan oleh tim perumus dengan ketua oleh Bomer Pasaribu itu akan memberikan pedoman yang jelas mengenai arah dari sektor sawit ke depan.

"Salah satu kelemahan dari cetak biru yang selama ini dibuat adalah tidak memiliki data yang akurat untuk memprediksikan dan tidak bisa dijadikan pedoman pengambilan kebijakan dalam jangka panjang," tegas Suswono.

Oleh karena itu, sambungnya, selain berdasarkan pada data yang akurat yang akan didapat dari para stakeholder sawit, cetak biru pembangunan pertanian jangka panjang itu juga akan memetakan sejumlah kendala yang dihadapi oleh industri sawit nasional.

Kendala ini, katanya, tidak hanya menyangkut masalah teknis perkebunan a.l. upaya peningkatan produktivitas lahan, kebutuhan lahan, pupuk, dan lainnya, tetapi juga akan dipetakan mengenai kendala nonteknis, seperti perizinan dan masalah lainnya.

Suswono menambahkan nantinya para pemangku kepentingan di sektor sawit baik pelaku usaha, peneliti, dan akademisi maupun dan para pihak yang terlibat akan dimintakan masukan dan data.

"Yang jelas, cetak biru pembangunan pertanian jangka panjang ini akan menjadi pedoman untuk para menteri pertanian ke depan. Dengan demikian maka arah dari pembangunan pertanian akan terus berkelanjutan dan tidak terputus hingga 25 tahun mendatang," tegasnya.(bas)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top