Lelang 6 ruas tol dalam kota dipercepat

JAKARTA: Pemerintah berharap agar pelaksanaan tender proyek pembangunan enam ruas tol dalam kota Jakarta bisa segera dilakukan tahun depan untuk dapat mengurangi tingkat kemacetan di Jakarta yang makin tinggi. Apalagi, sebelumnya lelang proyek tersebut
Linda Tangdialla | 13 Desember 2010 08:16 WIB

JAKARTA: Pemerintah berharap agar pelaksanaan tender proyek pembangunan enam ruas tol dalam kota Jakarta bisa segera dilakukan tahun depan untuk dapat mengurangi tingkat kemacetan di Jakarta yang makin tinggi. Apalagi, sebelumnya lelang proyek tersebut disebut akan dilaksanakan pada akhir tahun ini. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Achmad Gani Gazali mengatakan pelakanaan enam ruas tol dalam kota itu merupakan inisiatif dari Pemprov DKI, dan pelaksanaannya pun diserahkan pada pemerintah daerah, dengan pengawasan dari BPJT. Kami harapkan lelangnya sudah bisa dilaksanakan tahun depan sehingga pelaksanaan kontruksinya bisa dipercepat, ujar Gani hari ini. Dia mengatakan pelaksanaan proyek enam ruas tol telah diserahkan pada Pemprov DKI sesuai dengan keputusan Menteri Pekerjaan Umum yang menyebutkan proyek enam ruas tol dalam kota itu ditetapkan sebagai proyek inisiatif murni dari DKI sehingga mereka diberikan hak right to match untuk inisiator atau preferensi. Untuk pelaksanaan lelangnya, katanya, sudah ditetapkan dalam PP No.33/2010 tentang Pelelangan. Didalamnya menyebutkan jika Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dapat bertindak sebagai pemrakarsa pelaksanaan proyek dan mempersiapkan lelang. Lelangnya sendiri, bersifat terbuka dan BUMD inisiator juga mendapatkan kesempatan untuk bisa mengikuti proses pelelangan tersebut. Selain itu, pemenang lelang juga otomatis ditunjuk sebagai perusahaan yang akan mengoperasikan jalan tol itu. Sementara itu, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak juga berharap agar rencana pembangunan tol tersebut bisa segera direalisasikan, meski dia belum dapat memastikan apakah pembangunannya sudah bisa dilaksanakan tahun depan atau tidak. Menurutnya, untuk melaksanakan proyek tersebut harus dilakukan perhitungan dan persiapan yang matang agar tidak terhenti ditengah jalan. Pemerintah sendiri, katanya, saat ini masih memfokuskan pelaksanaan evaluasi 24 ruas tol.Sementara itu, tahun depan Kementrian Pekerjaan Umum juga akan melaksanakan perbaikan ruas tol Jakarta-Cikampek dengan anggaran dari APBN di Ditjen Bina Marga senilai Rp7,99 miliar. Rencananya, proyek peningkatan kapasitas jalan tol tersebut akan dilaksanakan mulai awal tahun depan.Adapun rencana pelaksaaan proyek peningkatan kapasitas jalan itu direncanakan berlangsung selama 180 hari, dengan sistem proyek lelang terbuka. Sebelumnya, Pemprov DKI memastikan pembangunan enam ruas to dalam kota Jakarta akan dibagi dalam empat tahap, yakni tahap pertama dengan prioritas Koridor Semanan-Sunter sepanjang 17,88 kilometer dengan nilai investasi Rp 9,76 triliun dan Koridor Sunter-Bekasi Raya sepanjang 11 kilometer dengan nilai investasi Rp 7,37 triliun.Tahap kedua, akan dibangun dua ruas jalan tol yaitu Koridor Duri Pulo-Kampung Melayu sepanjang 11,38 kilometer dengan nilai investasi Rp 5,96 triliun dan Kemayoran-Kampung Melayu sepanjang 9,65 kilometer dengan investasi Rp 6,95 triliun.Kemudian tahap ketiga akan dibangun ruas jalan tol dalam kota Koridor Ulujami-Tanah Abang sepanjang 8,27 kilometer dengan nilai investasi Rp 4,25 triliun. Tahap keempat dibangun ruas jalan tol dalam kota Koridor Pasar Minggu-Casablanca sepanjang 9,56 kilometer dengan investasi Rp 5,71 triliun. total biaya pembangunan tol sendiri yakni Rp 40,02 triliun dengan total panjang 67,74 kilometer.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top