China diperkirakan terapkan pengetatan moneter mendadak

BEIJING: Pengetatan moneter secara mendadak diperkirakan menjadi sikap bank sentral China (Peoples Bank of China/PBOC) pada 2011 setelah menghindari penaikan suku bunga sejak Oktober meski inflasi terakselerasi ke level tertinggi dalam hampir 2 tahun.
Yanto Rachmat Iskandar
Yanto Rachmat Iskandar - Bisnis.com 13 Desember 2010  |  11:45 WIB

BEIJING: Pengetatan moneter secara mendadak diperkirakan menjadi sikap bank sentral China (Peoples Bank of China/PBOC) pada 2011 setelah menghindari penaikan suku bunga sejak Oktober meski inflasi terakselerasi ke level tertinggi dalam hampir 2 tahun.

Inflasi pada November tercatat melaju 5,1%. Indikator harga grosir melonjak hingga 6,1%, melampaui estimasi 28 ekonom yang disurvei Bloomberg. Namun, PBOC malah menunda kenaikan suku bunga pada akhir pekan lalu, mengecohkan proyeksi kalangan analis termasuk dari UBS AG dan Mizuho Securities Asia Ltd.Keengganan otoritas moneter mungkin sebagian dikarenakan kebijakan membiarkan yuan melemah. Kalau bunga atas deposito dan kredit lebih tinggi, mereka takut aliran masuk modal (capital inflow) akan kian deras dan bisa memberi tekanan pada nilai tukar.Namun yang patut diwaspadai, langkah terburu-buru untuk menaikkan suku bunga pada tahun depan bisa mengguncang ekspansi perekonomian negara tersebut. Menurut Shen Jianguang, ekonom Mizuho yang pernah bekerja di IMF dan bank sentral Eropa (ECB), satu-satunya alasan PBOC menunda kenaikan suku bunga adalah persoalan uang panas.Jika mereka diliputi kekhawatiran itu dan menolak menaikkan suku bunga, inflasi akan menjadi risiko besar pada tahun depan, dan akhirnya mereka akan terburu-buru dalam melakukan pengetatan, jelasnya, hari ini.Pada bagian lain, regulator mata uang di China, State Administration of Foreign Exhange, diperkirakan akan memperbolehkan transaksi yuan options untuk membantu bank dan perusahaan melindungi labanya dari gejolak nilai tukar. Sumber Bloomberg mengungkapkan pihak regulator telah meminta opini dari sejumlah bank mengenai isu tersebut. Transaksi yuan kemungkinan diperbolehkan dalam 2 bulan ke depan. Transaksi ini memberikan hak kepada setiap pembeli untuk membeli atau menjual yuan pada harga tertentu dan pada tanggal tertentu juga.PBOC juga diketahui akan memasang target kredit baru untuk 2011 sedikitnya US$1,1 triliun (7 triliun yuan). Inflasi akan ditargetkan pemerintah sebesar 4%, pertumbuhan ekonomi 8% dan 16% pertumbuhan suplai uang.China memang tengah berupaya mengerem pertumbuhan kredit pada tahun ini setelah mencapai rekor selama 2009 dan memicu akselerasi inflasi serta lonjakan harga rumah. Bank sentral punya target 7,5 triliun yuan untuk 2010. Pada 11 bulan pertama tahun ini, target itu hampir terlampaui. (dea/mrp)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top