BI siapkan tiga cara tangkal modal masuk

JAKARTA : Bank Indonesia (BI) memiliki tiga pilar strategi dalam menghadap dampak negatif dari membanjirnya arus modal asing yang masuk kedalam negeri.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 13 Desember 2010  |  08:24 WIB

JAKARTA : Bank Indonesia (BI) memiliki tiga pilar strategi dalam menghadap dampak negatif dari membanjirnya arus modal asing yang masuk kedalam negeri.

Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono mengatakan Indonesia tidak bisa membendung arus modal asing yang masuk kedalam negeri akibat kebijakan quantitative easing Amerika Serikat dalam perang kurs terhadap Cina.

Sebab, dana yang digelontorkan oleh Bank sentral AS yang diperkirakan mencapai UU$600 miliar tidak bisa terserap oleh ekonomi dalam negeri adidaya tersebut.

Akibatnya dana akan mengalir kenegara emerging market seperti Indonesia. Masalahnya, tutur dia, beberapa negara lain membuat kebijakan ketat agar capital inflows tidak masuk secara deras.

Ketika semua bank sentral negara lain membendung arus modal itu maka mereka akan mencari negara yang tidak memiliki batas seperti Indonesia. Yang dikhawatirkan terjadi tsunami modal ke Indonesia, kata Hartadi hari ini.

Tetapi, kata dia, BI telah bersiap untuk menghadapi dampak negatif dari capital inflows dan sebaliknya dapat memanfaatkan momentum ini menuju perbaikan ekonomi. Kebijakan ini dinamakan sebagai tiga pilar untuk mencegah dampak negatif dari capital inflows.

Pertama, memperlambat arus modal yang masuk dengan tujuan investasi jangka pendek. Cara ini dilakukan dengan mengurangi lelang sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan memperpanjang masa tenor. Menurut dia banyak modal asing yang dinvestasikan lewat SBI yang berjangka pendek.

Yang musti dipahami SBI itu bukan instrumen investasi melainkan instrumen moneter untuk menyerap likuiditas berlebih," kata dia. Untuk mengganti SBI, bank sentral menawarkan term deposit instrument kepada perbankan untuk menyerap likuiditas. Bedanya dengan SBI, kalau term deposit itu tidak bisa diperdagangkan, jelas dia.

Dia menegaskan terkait upaya memperlambat arus modal, BI hingga saat ini juga tidak menaikan suku bunga atau BI Rate. Kalau BI rate kita naikan bisa jadi capital inflows yang masuk makin deras.

Kedua, lanjutnya, mengarahkan capital inflows untuk membiayai ekonomi dalam negeri jangka menengah dan panjang. Bila ini dapat dilakukan, maka Indonesia akan merasakan hal positif dari capital inflows.

Ketiga, tutur dia, Bank sentral juga berupaya mencegah terjadinya krisis akibat penarikan modal asing secara besar-besaran dari dalam negeri (sudden reversal). Caranya, BI memupuk cadangan devisa dalam bentuk mata uang asing. Cadangan devisa BI sampai akhir oktober mencapai USD 92,759 miliar atau setara dengan 6,96 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. (mmh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top