Butuh Rp84,5 miliar untuk sarana pembatasan BBM

JAKARTA: Total investasi sarana dan fasilitas depot bahan bakar minyak (BBM) yang dibutuhkan untuk rencana pengaturan BBM subsidi mulai 2011 mencapai Rp84,5 miliar.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh mengatakan nilai investasi
Tiara Syahra Syabani | 13 Desember 2010 09:42 WIB

JAKARTA: Total investasi sarana dan fasilitas depot bahan bakar minyak (BBM) yang dibutuhkan untuk rencana pengaturan BBM subsidi mulai 2011 mencapai Rp84,5 miliar.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh mengatakan nilai investasi yang diperlukanguna mendukung rencana pembatasan BBM mulai 2011 terdiri atas investasi untuk penyediaan sarana dan fasilitas depot di wilayah Jabodetabek. Investasi yang diperlukan mencapai Rp1,5 miliar untuk periode Desember 2010.Kemudian wilayah Jawa Bali sebesar Rp23,5 miliar untuk Januari 2011, Sumatra kota besar Rp10 miliar (Juli 2011), seluruh Sumatra sebesar Rp21 miliar (Oktober 2011), Kalimantan kota besar Rp9 miliar (Januari 2012), seluruh Kalimantan dan Sulawesi kota Rp4,5 miliar (Januari 2012), serta seluruh Sulawesi, Maluku, dan Papua Rp15 miliar (Juli 2012).Total investasi sarana dan fasilitas depot BBM Rp84,5 miliar. Tambahan sarana dan fasilitas di depot Pertamina untuk 10 lokasi, ujar Darwin, dalam rapat kerja pengaturan BBM subsidi 2011 bersama Menteri Koordinator Perekonomian, Menteri Keuangan, serta Komisi VII DPR, hari ini.Darwin juga menjelaskan dari total 4.667 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang ada di Tanah Air, hanya 1.686 SPBU yang sudah menjual pertamax. Adapun 2.461 SPBU memerlukan modifikasi untuk menjual pertamax. Sisanya yang sebanyak 520 SPBUmembutuhkan investasi tambahan untuk bisa menjual pertamax.Khusus untuk wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat dari total 676 SPBU yang ada, yang sudah menyediakan pertamax hanya 202 SPBU. Sebanyak 394 SPBU memerlukan modifikasi dan sisanya sebanyak 80 SPBU masih memerlukan investasi tambahan.Padahal, pemerintah berkeinginan rencana pemberlakuan pengaturan BBM bersubsidi pada tahap awal yang akan dilakukan di wilayah Jabodetabek bisa segera berjalan mulai awal tahun depan. Opsi yang ditawarkan pemerintah akan melarang semua mobil berpelat hitam di Jabodetabek mengonsumsi BBM subsidi.Darwin mengatakan perkiraan pemerintah jika pengaturan BBM subsidi ini dilakukan pada 2011 maka secara umum bisa menghemat 2,11 juta kiloliter atau setara dengan Rp3,8 triliun. Kebijakan pembatasan bisa menghemat Rp3,8 triliun dari alokasi anggaran untuk subsidi BBM, BBN, dan LPG sebesar Rp95,9 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top