Harga katun naik 30%

JAKARTA: Lonjakan harga kapas di pasar dunia menyeret naik harga katun minimal 30% sejak September. Pelaku industri memproyeksikan harga bahan baku kain katun ini akan terus menanjak hingga September 2011.
manda
manda - Bisnis.com 13 Desember 2010  |  11:44 WIB

JAKARTA: Lonjakan harga kapas di pasar dunia menyeret naik harga katun minimal 30% sejak September. Pelaku industri memproyeksikan harga bahan baku kain katun ini akan terus menanjak hingga September 2011.

President Director Citrus Departement Store Budi Salim mengatakan kenaikan harga katun hingga 30% merupakan kali pertama sepanjang sejarah. Kenaikan harga ini terjadi seiring dengan lonjakan harga kapas dunia yang menguat sebesar 20% pada Oktober.

Kondisi ini disebabkan oleh suplai yang ketat, seiring masalah panen yang dihadapi oleh negara-negara produsen kapas terbesar, seperti India dan Australia.

Seluruh dunia berebut kapas, otomatis harga naik. Kita mengimpor kapas. Sedangkan negara-negara penghasil kapas lebih mengutamakan pasar domestiknya, sehingga, kita yang terkena dampak, Budi ditemui di gedung Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), hari ini.

Budi menjelaskan kenaikan harga katun cukup bervariasi untuk setiap jenisnya. Makin tebal jenis katun, maka harganya kian mahal. Dimisalkan oleh Budi, harga kaus katun saat ini mencapai Rp70.000--Rp90.000 per kg.

Kondisi ini, kata Budi, mendesak banyak produsen garmen untuk beralih menggunakan bahan polyester karena harganya yang relatif murah, kendati berasa lebih panas di kulit.

Ditemui dalam kesempatan itu, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat Usman mengakui kenaikan harga katun saat ini tidak bisa terelakkan sehingga para produsen berpandangan bahwa kenaikan tersebut bersifat jangka panjang.

Mungkin tren kenaikan sampai dengan panen kapas pada September 2011. Harga kapas per hari ini sudah US$2,9 per kg, sebelumnya US$1,4 per kg, itu untuk future. Kalau spot market, US$3,4 per kg, ujar Ade. (hl)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top