Potensi ekspor ikan louhan terganjal administrasi BC

JAKARTA: Persatuan Pecinta Louhan Indonesia (P2LI) menyatakan prospek pasar ikan hias jenis louhan asal Indonesia untuk kawasan Asia dan Amerika Serikat belum tergarap secara optimal karena rumitnya persyaratan administrasi untuk ekspor komoditas tersebut.
Sekretariat Redaksi | 13 Desember 2010 11:48 WIB

JAKARTA: Persatuan Pecinta Louhan Indonesia (P2LI) menyatakan prospek pasar ikan hias jenis louhan asal Indonesia untuk kawasan Asia dan Amerika Serikat belum tergarap secara optimal karena rumitnya persyaratan administrasi untuk ekspor komoditas tersebut. Ketua Umum P2LI Pudjianto mengatakan kemudahan proses administrasi yang terkait dengan urusan Bea Cukai dan karantina sering menghambat percepatan ekspor ikan hias jenis louhan sehingga peluang pasar yang kini berkembang cukup baik di luar negeri belum tergarap secara maksimal. "Akibatnya satu eksportir hanya bisa mengirim sekitar 50-100 ekor per bulan per negara, yang harganya sekitar US$100-US$150 per ekor. Jumlah tersebut berpeluang kuat untuk ditingkatkan," katanya di lokasi kontes dan liga internasional ikan louhan di Jakarta hari ini. Dia belum memiliki data mengenai total nilai ekspor, termasuk jumlah seluruh peserta dan pembeli dari luar negeri yang datang untuk menyaksikan sendiri event kontes tingkat nasional itu, khususnya asal Singapura dan Malaysia yang sekaligus menjadi peserta kontes.Kontes dan liga ikan hias louhan diikuti 250 peserta ikan dan klup pecinta ikan hias itu diharapkan dapat menjadi ajang bagi para pembudidaya, pedagang dan penggemar untuk bertukar pikiran dan pengalaman dalam upaya meningkatkan produk dan kualitas ikan louhan. Sementara itu Chairman International Flower Horn Association Frans Harjono mengatakan pihaknya bersama P2LI akan menggelar kontes ikan louhan di Singapura dengan pertimbangan adanya dukungan kemudahan dari pemerintah negera itu dan potensi peserta, pengunjung dan buyer lebih luas.

"Banyak pecinta dan buyer ikan louhan yang tertarik datang kontes di Singapura, termasuk yang ingin menjadi peserta karena jauh lebih mudah dari pada di Indonesia yang jenis ikan louhannya diakui secara internasional sebagai yang terbaik," ujarnya. Senada dengan Frans, pembudidaya dan eksportir ikan louhan Anthony Setiadi mengatakan bisnisnya dengan nama usaha Aries Louhan akan ambil bagian dalam kontes ikan louhan di Singapura untuk memperluas jaringan pasar dari yang kini hanya fokus ke AS, India, China, Philipina, Malaysia dan Singapura. "Bendera usaha kami Aries Louhan baru fokus ke pasar di Asia dan AS dapat mengekspor sekitar 50-100 ekor ikan louhan per bulan ukuran sekitar 5-10 centi meter, disamping juga tetap mengembangkan pasar dalam negeri yang trend-nya juga meningkat," katanya. Pembudidaya dan pedagang lainnya, Davin Wijaya menyatakan baru sedikit menggarap pasar ekspor, disamping tetap fokus pada pasar dalam negeri dengan harga Rp1 juta-Rp2 juta per ekor kualitas unggul dan kualitas di bawahnya sekitar Rp500.000-Rp1 juta per ekor. "Kami dengan bendera Villa Louhan sudah bermitra dengan sejumlah buyer di luar negeri di samping menggarap pasar dalam negeri," ujar anak muda yang menggarap bisnis budidaya dan perdagangan ikan lohan diantara kesibukannya kuliah di satu perguruan tinggi swasta di Jakarta. Davin mengatakan tidak pernah absen mengikuti kontes ikan louhan yang diselenggarakan pada tingkat internasional, nasional dan tingkat daerah untuk mendongkrak nilai jual ikan dan jadi kebaggaan bagi pemiliknya. (mrp)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top