Penyaluran kredit mikro pedesaan terancam batal

JAKARTA: Pemerintah berencana mengalihkan penyaluran dana Kredit Mikro Pedesaan (KMP) dalam Program Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) untuk tahun depan menjadi dana bantuan langsung masyarakat (BLM) pada 2012.
Linda Tangdialla | 12 Desember 2010 09:00 WIB

JAKARTA: Pemerintah berencana mengalihkan penyaluran dana Kredit Mikro Pedesaan (KMP) dalam Program Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) untuk tahun depan menjadi dana bantuan langsung masyarakat (BLM) pada 2012.

Artinya, dengan pengalihan tersebut pemberian penyaluran dana kredit mikro pedesaan untuk tahun depan tidak akan dilakukan pemerintah. Rencana tersebut dilakukan atas kesepakatan antara Kemen PU, Depdagri dan Bappenas dalam rapat koordinasi PISEW di Jakarta akhir kemarin.Meski sudah disepakati, namun rencana tersebut masih menunggu persetujuan dari Japan International Cooperation Agency (JICA) selaku lembaga donor PISEW, yang menyatakan akan memutuskan hal tersebut pada akhir Februari 2011. Kepala PIU PISEW Jauhari Sihanturi mengatakan, KMP rencananya ditujukan untuk memperkuat dan mempercepat pertumbuhan kegiatan ekonomi masyarakat perdesaan, yang pelaksanaannya direncanakan akan dimulai pada Tahun Anggaran (TA) 2011 dalam bentuk proyek percontohan. Namun, dalam perkembangannya, program tersebut dinilai kurang tepat dan masih membutuhkan waktu lama dalam proses administrasi, sementara program PISEW yang dibiayai dari JICA itu akan berakhir hingga 2012."Untuk itu kami mengusulkan untuk meniadakan program KMP tersebut. Surat sudah kita kirimkan kepada JICA Jakarta dan saat ini masih menunggu konfirmasi. Program KMP ini kurang lebih menelan dana Rp17,9 miliar," katanya.PISEW merupakan program pemberdayaan yang bertujuan untuk mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran. Dalam mencapai tujuan akhir tersebut, enam kategori infrastruktur dasar perdesaan yang merupakan komponen investasi fisik PNPM PISEW dapat dikelompokkan menjadi empat sasaran, yaitu: akses transportasi, pendidikan, kesehatan lingkungan dan produksi dan pemasaran sektor pertanian. (tw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top