Tender konstruksi proyek MRT Januari 2011

JAKARTA: PT MRT Jakarta akan segera menggelar tender konstruksi pembangunan kereta bawah tanah (mass rapid transit/MRT) pada Januari 2011. Saat ini dokumen lelang difinalisasi oleh Gubernur DKI Fauzi Bowo dan Kementerian Perhubungan.Finalisasi dokumen
Linda Tangdialla | 11 Desember 2010 09:16 WIB

JAKARTA: PT MRT Jakarta akan segera menggelar tender konstruksi pembangunan kereta bawah tanah (mass rapid transit/MRT) pada Januari 2011. Saat ini dokumen lelang difinalisasi oleh Gubernur DKI Fauzi Bowo dan Kementerian Perhubungan.Finalisasi dokumen lelang tersebut dilakukan menyusul akan segera dirampungkannya penyusunan desain dasar (basic design) proyek MRT oleh Kementerian Perhubungan sejak November 2009 lalu.Direktur Utama PT MRT Jakarta Tribudi Rahardjo mengatakan pengesahan dokumen akan dilakukan selambatnya akhir tahun ini, hingga mereka bisa melaksanakan lelang konstruksi pada awal 2011.Dia menjelaskan dalam waktu dekat perusahaan akan melaksanakan proses pra kualifikasi untuk tender tersebut setelah pendaftaran lelang dibuka. Menurutnya, pelaksanaan lelang dilaksanakan lebih cepat dari rencana semula yakni pada akhir Januari.Pelaksanaan tender fisik sendiri, katanya, dibagi tiga bagian yakni civil work dan mechanical electronica dan rolling stock. Sedangkan yang diprioritaskan yakni pelaksanaan lelang civil work berupa konstruksi utama seperti tiang pancang, terowongan dan fisik utama. Sementara, dua tender lainnya akan dilaksanakan secara bertahap selanjutnya."Dengan selesainya proses penyusunan basic design dan dokumen lelang paling tidak pada akhir Desember ini, kami sudah bisa membuka pendaftaran lelang pada Januari 2011 sesuai rencana," ujarnya hari ini.Dengan adanya pembagian pelaksanaan lelang tersebut, asumsinya nilai pembangunan MRT akan ditender dalam tiga bagian selain juga dialokasikan untuk konsultan proyek. Adapun untuk waktu pelaksanaan dan nilai tendernya, saat ini masih menunggu hasil dari finalisasi penyusunan basic engineering design (BED) dan dokumen lelang. Namun diperkirakan lelang eletronical mechanical akan digelar lima bulan setelah tender civil work dilaksanakan. Direktur Teknis PT MRT Jakarta Rachmadi mengatakan dalam pelaksanaan pembangunan konstruksi MRT akan mengutamakan salah satunya yakni konstruksi antisipasi bencana seperti banjir, kebakaran, dan juga gempa.Menurutnya, mereka akan menerapkan setidaknya sistem ketahanan bencana yang dapat mengantisipasi kemungkinan bencana terbesar dengan mengacu pada riwayat bencana dalam 200 tahun terakhir yang pernah terjadi.Khusus untuk penanganan banjir, katanya, di area sepanjang terowongan bawah tanah akan dibuat berupa tube tahan air sehingga meminamalisir merembesnya air jika banjir terjadi. Selain itu, di pintu masuk stasiun bawah tanah, juga akan dilakukan peninggian tanah sekitar kurang lebih lima anak tangga dari permukaan tanah sekitar pintu masuk.Sedangkan untuk penanganan kebakaran dan gempa akan dilakukan dengan teknologi sensorik dimana jika bencana terjadi maka sistem keamanan di stasiun atau dalam kereta akan langsung bekerja. "Untuk material dalam keretapun kami menggunakan bahan yang tidak mudah terbakar sehingga menekan potensi penyebaran api jika terjadi kebakaran," katanya.Sementara itu, Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tundjung Inderawan mengatakan selama masa tender dilaksanakan harus sudah disiapkan sosialisasi pada masyarakat untuk mengantisipasi adanya gangguan selama konstruksi dilaksanakan. Sosialiasi lainnya, juga terkait dengan teknologi dan sistem yang akan diterapkan MRT, agar para penggunanya nanti lebih disiplin, dan memahaminya ketika sudah mulai dioperasionalkan.Dia juga berharap agar pelaksanaan pembangunan MRT ini berjalan sesuai rencana sehingga dapat memenuhi kebutuhan transportasi masal yang memadai bagi masyarakat penggunanya. "Saya harap tahun depan sudah bisa disosialisasiakan beriringan dengan tender," katanya.Gubernur DKI Fauzi Bowo mengatakan finalisasi desain dasar dan dokumen pelaksanaan lelang dilakukan agar standar pelaksanaan konstruksi bisa optimal dan sesuai dengan target semula yakni pada awal 2012.Khusus untuk penyempurnaan BED dan dokumen lelang, menurutnya terkait teknologi di dalamnnya seperti jumlah gerbong yang akan dipakai. "Yang dibawah tanah sudah disiapkan untuk rangkaian delapan gerbong yang diatas tanah baru disiapkan enam gerbong. Nanti bisa di-up date," katanya.Untuk kesiapan pelaksanaan konstruksi, katanya, pemprov DKI akan merampungkan pembebasan tanah tahun depan dengan dana Rp300 miliar.Proyek MRT Jakarta akan dibangun sepanjang 15,5 kilometer dengan rute Lebak Bulus-Bunderan Hotel Indonesia, dengan 13 stasiun dimana tujuh diantaranya elevated dan enam sisanya dibawah tanah. Untuk pembiayaannya sendiri diperkirakan senilai Rp15 triliun dengan sumber dana pinjaman dari Japan International Cooperation Agency (JICA). (msw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top