Lahan revitalisasi pabrik gula baru 10%

News Editor | 10 Desember 2010 07:20 WIB

JAKARTA: Pembebasan lahan untuk program revitalisasi pabrik gula nasional baru mencapai sekitar 10% dari total kebutuhan 300.000 hektar yang diantaranya diperuntukkan bagi pembangunan pabrik baru dan lahan perkebunan tebu.

Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian Benny Wachjudi mengatakan Indonesia membutuhkan tambahan produksi gula sekitar Rp2,2 juta ton untuk mendukung swasembada. Untuk itu, katanya, diperlukan revitalisasi pabrik lama, pembangunan pabrik baru, serta lahan perkebunan tebu yang memerlukan sekitar 300.000 hektar lahan.Untuk program tersebut kita membutuhkan sekitar 300.000 hektar dan sampai saat ini belum ada yang benar-benar firm atau bisa dikatakan hanya sekitar 10% saja yang sudah dibebaskan, katanya hari ini.Untuk itu, katanya, secara interdep dengan dipimpin Menko Perekonomian, pemerintah tengah membahas mengenai persoalan penyediaan lahan tersebut. Solusinya kita ada beberapa hal yang perlu dibahas, seperti penggunaan lahan gambut dan sebagainya.Terkait dengan masalah penyediaan mesin, Benny mengatakan pemerintah telah menggulirkan dana sekitar Rp30 miliar, terutama kepada perusahaan yang memanfaatkan produk mesin dalam negeri. Dana tersebut digunakan dalam bentuk potongan harga pembelian mesin oleh perusahaan pengelola pabrik gula.Tahun depan anggarannya sekitar Rp250 miliar untuk biaya bunga kredit bahkan juga potongan harga. Ini berlaku untuk pembelian mesin-mesin yang diproduksi di dalam negeri, katanya. (ln)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Sulistyo Rini

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top