Produk usaha kecil akan dipromosikan ke Sydney

JAKARTA: Pemerintah akan mempromosikan dan memasarkan berbagai produk kerajinan pelaku usaha kecil menengah (UKM) Indonesia di Sydney, Australia sebagai upaya memperluas pangsa pasar industri sektor riil di manca negara.
Arif Budi Winarto | 10 Desember 2010 11:53 WIB

JAKARTA: Pemerintah akan mempromosikan dan memasarkan berbagai produk kerajinan pelaku usaha kecil menengah (UKM) Indonesia di Sydney, Australia sebagai upaya memperluas pangsa pasar industri sektor riil di manca negara.

Guritno Kusumo, Sekretaris Menteri Negara Koperasi dan UKM, menjelaskan, perluasan pasar berbagai produk UKM tersebut atas fasilitasi yang dilakukan Konsulat Jenderal (Konjen) Indonesia di Sydney, Australia.Dalam kunjungan kerja kami ke kota tersebut, Konjen RI Gary R.M Yusuf memastikan ada ruang yang bisa dipergunaan untuk sarana promosi sekaligus pemasaran produk UKM, ujar Guritno Kusumo kepada wartawan hari ini.

Konteks utama kehadiran Guritno bersama beberapa pejabat Kementerian Koperasi dan UKM terkait lainnya di Sidney adalah untuk mengunjungi Business Enterprises Centre (BEC). Lembaga ini berfungsi sebagai pendamping UKM Australia melakukan aktivitas usaha.

Hasil kunjungan yang telah memberi inspirasi bagi perbaikan itu, akan diimplementasikan di Indonesia, khususnya terhadap Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) yang juga berperan sebagai pendamping pelaku UKM pada sentra-sentra industri di berbagai daerah.

Dalam waktu dekat, delegasi BEC Sidney akan hadir ke Jakarta untuk melakukan kunjungan balasan, sekaligus melihat pusat promosi produk UKM yang dipusatkan di Gedung Smesco UKM di Jl.Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Secara terpisah Asisten Deputi Urusan Pemberdayaan Lembaga Pengembangan Bisnis Kementerian Koperasi dan UKM, menambahkan, meski pusat promosi dan pemasaran di Sydney tidak terlalu besar, tetapi memenuhi syarat sebagai pusat promosi dan pemasaran.

Sydney memang sangat tepat menjadi kota promosi dan pemasaran produk UKM kita, karena secara administratif bergabung dengan dua kota lainnya di Australia, yakni New South Wales dan Adelaide, papar Bonar Hutauruk.

Pada intinya, kata Bonar, Konjen RI di Sidney ingin bekerjasama dengan Gedung Smesco UKM Indonesia di Jakarta untuk memasarkan secara bersama berbagai produk UKM yang dipamerkan dan dipasarkan di Gedung Smesco UKM.

Konsentrasi produk yang akan dikerjasamakan dengan Konjen RI di Sidney, umumnya adalah furnitur. Selain itu masih ada potensi lainnya, yakni kopi dan alat-alat elektronika. Pemain terbesar di komoditas itu adalah China, papar Bonar Hutauruk.(bas)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top