10-riil-nti-mitra Natuna

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable{mso-style-name:"Table Normal";mso-tstyle-rowband-size:0;mso-tstyle-colband-size:0;mso-style-noshow:yes;mso-style-priority:99;mso-style-qformat:yes;mso-style-parent:"";mso-padding-alt:0in
Samantha Ardiansyah | 10 Desember 2010 05:35 WIB

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable{mso-style-name:"Table Normal";mso-tstyle-rowband-size:0;mso-tstyle-colband-size:0;mso-style-noshow:yes;mso-style-priority:99;mso-style-qformat:yes;mso-style-parent:"";mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;mso-para-margin-top:0in;mso-para-margin-right:0in;mso-para-margin-bottom:10.0pt;mso-para-margin-left:0in;line-height:115%;mso-pagination:widow-orphan;font-size:11.0pt;font-family:"Calibri","sans-serif";mso-ascii-font-family:Calibri;mso-ascii-theme-font:minor-latin;mso-fareast-font-family:"Times New Roman";mso-fareast-theme-font:minor-fareast;mso-hansi-font-family:Calibri;mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

RIIL

BI/Energi

10-riil-nti-mitra Natuna

10 Desember 2010

Oleh Nurbaiti

Bisnis Indonesia

JAKARTA: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berharap PT Pertamina (Persero) segera menentukan mitra lainnya di Blok East Natuna, Kepulauan Riau, sehingga bisa masuk ke tahap selanjutnya untuk pengelolaan blok migas tersebut.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Evita Herawati Legowo mengemukakan sebetulnya pemerintah berkeinginan agar pokok-pokok perjanjian (head of agreement/HoA) antara Pertamina dengan mitra lainnya untuk blok migas yang sebelumnya dikenal dengan Blok Natuna D Alpha itu bisa ditandatangani hari ini (Jumat, 10 Desember).

Hanya saja, kata dia, lantaran pembahasannya oleh Pertamina belum rampung, sehingga kemungkinan penandatanganan tersebut ditunda menjadi Senin (13 Desember) mendatang.

Kita inginnya hari ini sudah tanda tangan HoA lagi dengan partner lainnya, tetapi kelihatannya masih belum tuntas. Jadi mungkin kita geser Senin. Kita harapkan begitu, tutur dia, hari ini.

Sebelumnya, jelas dia, Pertamina dan ExxonMobil sebagai mitra terpilih di Natuna memang sudah menandatangani HoA pengelolaan blok migas itu. Namun, kata dia, setelah HoA ditandatangani, Pertamina dan mitranya akan memasuki tahap selanjutnya, yakni negosiasi commercial terms.

Menurut dia, dalam tahapan negosiasi commercial terms tersebut, dimungkinkan saja terjadi pergantian mitra bila tidak diperoleh kesepakatan oleh kedua pihak. Jangan lupa, setelah HoA itu, masih masuk tahap negosiasi commercial term. Ada kemungkinan partner terpilih itu berubah lagi kalau commercial terms-nya tidak ketemu.

Bila kedua pihak sepakat dengan commercial terms-nya, jelas Evita, tahap selanjutnya adalah pembahasan terms and condition untuk masing-masing kontraktor kontrak kerja sama (KKKS). Mengenai kepastian pihak yang akan menjadi operator pada Blok East Natuna, dia menambahkan pemerintah tetap berkeinginan agar Pertamina dapat menjadi lead operatornya.

Sebenarnya lead operator itu, kita tetap inginkan Pertamina, walaupun memang porsi sahamnya masih dihitung-hitung berdasarkan commercial terms, ujar Evita.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan mengatakan rencananya Senin mendatang perusahaan migas pelat merah itu akan mengumumkan kelanjutan pemilihan mitra di Blok East Natuna.

Mudah-mudahan Senin ini, langsung HoA, terus JoA [joint of agreement], terus PSC [production sharing contract]. Kita ingin secepatnya, tutur Karen.

Seperti diberitakan sebelumnya, ExxonMobil akhirnya menjadi salah satu mitra terpilih dari rencana tiga mitra Pertamina untuk mengelola Blok East Natuna, dengan telah ditandatanganinya HoA pengelolalan pada 3 Desember 2010.

Pertamina, telah ditunjuk untuk mengelola Natuna melalui Surat Menteri ESDM No. 3588/11/MEM/2008 tertanggal 2 Juni 2008. Selanjutnya, Pertamina melakukan seleksi terhadap beberapa perusahaan yang akan menjadi mitra pengembangan Natuna.

Blok Natuna dengan kandungan gas terbesar di dunia itu diperkirakan menyimpan sekitar 500 juta barel minyak dan memiliki cadangan potensi gas 222 triliun kaki kubik, dengan potensi ekonomi lebih dari US$600 miliar.

Namun, perkiraan biaya untuk pengelolaan blok tersebut juga sangat besar, diperkirakan mencapai US$40 miliar mengingat kandungan gas CO2 yang mencapai 70%.

Berdasarkan kajian Wood MacKenzie Ltd, konsultan yang berbasis di Edinburgh, Skotlandia, yang ditunjuk Pertamina, ada delapan perusahaan migas multinasional yang cocok menjadi calon mitra Pertamina di Blok Natuna.

Kedelapan perusahaan itu adalah ExxonMobil Corporation, Royal Dutch Shell Plc, Total SA, Chevron Corp, StatOil, China National Petroleum Corp (CNPC), Petroliam Nasional Berhad (Petronas), dan Eni SpA.

Namun, dalam perkembangannya CNPC menyatakan mundur sehingga short list calon mitra Pertamina mengerucut menjadi lima perusahaan dan terakhir tinggal tiga.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top