Pertamina diharapkan tentukan mitra lain di East Natuna

JAKARTA: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berharap PT Pertamina segera menentukan mitra lainnya di Blok East Natuna, Kepulauan Riau, sehingga bisa masuk ke tahap selanjutnya untuk pengelolaan blok migas tersebut.
Zufrizal
Zufrizal - Bisnis.com 10 Desember 2010  |  10:26 WIB

JAKARTA: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berharap PT Pertamina segera menentukan mitra lainnya di Blok East Natuna, Kepulauan Riau, sehingga bisa masuk ke tahap selanjutnya untuk pengelolaan blok migas tersebut.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Evita Herawati Legowo mengemukakan sebetulnya pemerintah berkeinginan agar pokok-pokok perjanjian (head of agreement/HoA) antara Pertamina dengan mitra lainnya untuk blok migas yang sebelumnya dikenal dengan Blok Natuna D Alpha itu bisa ditandatangani hari ini (Jumat, 10 Desember).

Hanya saja, kata dia, lantaran pembahasannya oleh Pertamina belum rampung, sehingga kemungkinan penandatanganan tersebut ditunda menjadi Senin (13 Desember) mendatang.

"Kita inginnya hari ini sudah tanda tangan HoA lagi dengan partner lainnya, tetapi kelihatannya masih belum tuntas. Jadi mungkin kita geser Senin. Kita harapkan begitu," tutur dia, hari ini.

Sebelumnya, jelas dia, Pertamina dan ExxonMobil sebagai mitra terpilih di Natuna memang sudah menandatangani HoA pengelolaan blok migas itu. Namun setelah HoA ditandatangani, Pertamina dan mitranya akan memasuki tahap selanjutnya, yakni negosiasi persyaratan komersial (commercial terms).

Menurut dia, dalam tahapan negosiasi commercial terms tersebut, dimungkinkan saja terjadi pergantian mitra bila tidak diperoleh kesepakatan oleh kedua pihak.

"Jangan lupa, setelah HoA itu, masih masuk tahap negosiasi commercial terms. Ada kemungkinan partner terpilih itu berubah lagi kalau commercial terms-nya tidak ketemu."

Bila kedua pihak sepakat dengan commercial terms-nya, jelas Evita, tahap selanjutnya adalah pembahasan terms & condition untuk masing-masing kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).

Mengenai kepastian pihak yang akan menjadi operator pada Blok East Natuna, dia menambahkan pemerintah tetap berkeinginan agar Pertamina dapat menjadi operator utama.

"Sebenarnya lead operator itu, kita tetap inginkan Pertamina, walaupun memang porsi sahamnya masih dihitung-hitung berdasarkan commercial terms," ujar Evita.

Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan mengatakan rencananya Senin mendatang perusahaan migas pelat merah itu akan mengumumkan kelanjutan pemilihan mitra di Blok East Natuna.

"Mudah-mudahan Senin ini, langsung HoA, terus JoA [joint of agreement], terus PSC [production sharing contract]. Kita ingin secepatnya," tutur Karen. (zuf)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top