FIPG tolak Bulog sebagai importir tunggal gula

JAKARTA: Forum Industri Pengguna Gula (FIPG) menolak rencana penetapan Bulog sebagai importir tunggal gula, menyusul rekomendasi Panja Swasembada Gula Komisi VI DPR.
Hilman Hidayat
Hilman Hidayat - Bisnis.com 09 Desember 2010  |  06:30 WIB

JAKARTA: Forum Industri Pengguna Gula (FIPG) menolak rencana penetapan Bulog sebagai importir tunggal gula, menyusul rekomendasi Panja Swasembada Gula Komisi VI DPR.

Ketua Umum FIPG mengatakan kebijakan tersebut hanya akan menyebabkan terjadinya monopoli, rantai distribusi kian bertambah, dan menimbulkan ekonomi biaya tinggi.

Praktik Monopoli di sektor pergulaan, menurut Franky, hanya akan mengakibatkan harga gula menjadi semakin tidak transparan, sementara di sisi lain rantai distribusi menjadi semakin rumit dan proses pengadaan bertambah lama.

Ujungnya malah ketidakpastian. Setiap rantai ada cost, mulai dari cost of fund, stock, dan biaya lain-lain. Pada akhirnya konsumen dan industri makanan dan minuman akan menjadi korban dari kebijakan ini, kata Franky kepada Bisnis, hari ini.

Franky mendesak pemerintah bijak dalam mengambil keputusan tersebut sehingga kebijakan yang akan dihasilkan tidak mengakibatkan kerugian di semua lini industri dan konsumen. Kalau masalahnya adalah kesediaan gula nasional dan angka neraca gula yang tidak pernah sama serta masalah pengawasan dalam beredarnya gula rafinasi di pasar, harusnya cukup dengan penegakan hukum yang tegas, tuturnya.

Seperti diketahui, Panja Swasembada Gula merekomendasikan kepada pemerintah agar pelaksanaan impor gula diberikan kepada Bulog terkait fungsi buffer stok gula nasional itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top