Indonesia-India perkuat hubungan bilateral komprehensif

JAKARTA: Indonesia akan memperkuat hubungan bilateral dengan India melalui bentuk kerjasama yang lebih komprehensif yakni Indonesia-India Comprehensive Economic Cooperation Agreement (IICECA).
Hilman Hidayat | 09 Desember 2010 10:13 WIB

JAKARTA: Indonesia akan memperkuat hubungan bilateral dengan India melalui bentuk kerjasama yang lebih komprehensif yakni Indonesia-India Comprehensive Economic Cooperation Agreement (IICECA).

Kerjasama komprehensif tersebut merupakan bentuk plus dari kerjasama regional yang sudah ada yakni Asean India Free Trade Area (AIFTA).

Dirjen Kerjasama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Gusmardi Bustami mengatakan kerjasama perdagangan dalam kerangka AIFTA memberikan preferensi perdagangan yang relatif sama bagi seluruh negara anggota Asean terhadap India.

Oleh karena itu, diperlukan strategi khusus melalui kerjasama bilateral yang komprehensif sehingga Indonesia dapat memperoleh manfaat dan preferensi yang lebih besar khususnya untuk sektor-sektor tertentu, daripada sekedar bergantung pada kerangka AIFTA saja.

IICECA adalah bentuk plus dari kerjasama regional yang sudah ada. Ketika semua negara mendapat preferensi yang sama, Indonesia harus memikirkan strategi lain agar mendapatkan preferensi yang lebih besar. Ini strategi kita, ungkap Gusmardi di sela-sela diskusi bersama Kadin Indonesia terkait dengan IICECA, hari ini.

Gusmardi menegaskan berbeda dengan kerjasama FTA yang hanya memfokuskan liberalisasi tarif, kerjasama IICECA tersebut lebih luas yakni mencakup liberalisasi perdagangan barang dan jasa, investasi dan kerjasama teknik lainnya.

Dia menjelaskan kerjasama tersebut sangat positif bagi Indonesia. Implementasi kerjasama ini diperkirakan dapat menekan perbedaan tingkat tarif antara kedua negara yang sedemikian besar.

Data Kementerian Perdagangan menunjukkan tingkat tarif bagi produk-produk ekspor Indonesia di pasar India masih banyak berada di atas 35%. Bahkan nilai ekspor Indonesia yang terkena tarif di atas 10% tercatat sebesar US$3.086 juta. Angka tersebut berbeda dengan besarnya nilai impor Indonesia dari India yang hanya sebesar US$88,46 juta.

Adapun total nilai ekspor India yang memanfaatkan fasilitas bea masuk nol persen ke Indonesia mencapai US$1.031 juta sebaliknya nilai ekspor Indonesia ke negara itu yang memanfaatkan fasilitas nol persen hanya sekitar US$47,8 juta.

Tanpa ada FTA-pun, kondisi India lebih bagus dari Indonesia. Oleh karena itu, kita harus secepat mungkin melakukan kerjasama ini dengan India, sehingga dapat memperoleh kemudahan tarif yang lebih besar, tegas Gusmardi.

Dia menjabarkan beberapa sektor utama yang menjadi keunggulan Indonesia yakni palm oil, batubara, tembaga, karet dan produk karet, kopra, dan kertas. Adapun keunggulan India di antaranya telepon seluler, otomotif, katun, besi baja, dan aluminium.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top