Operator lebih memilih tongkang impor

JAKARTA: Kapasitas produksi tongkang di galangan nasional yang masih terbatas dan disparitas harga memicu pengusaha pelayaran nasional memilih melakukan pengadaan kapal jenis ini di galangan luar negeri.
News Editor | 09 Desember 2010 09:51 WIB

JAKARTA: Kapasitas produksi tongkang di galangan nasional yang masih terbatas dan disparitas harga memicu pengusaha pelayaran nasional memilih melakukan pengadaan kapal jenis ini di galangan luar negeri.

Selama periode JanuariNovember tahun ini, perusahaan pelayaran nasional melakukan pembelian sebanyak 100 set kapal tongkang dari galangan China dengan investasi mencapai US$350 juta.

Harga tongkang di China lebih murah dibandingkan produksi di galangan dalam negeri, kata Presiden Direktur PT Trans Power Marine Teddy Yusaldi kepada Bisnis hari ini.

Kapal-kapal yang rata-rata berkapasitas angkut sebesar 8.000 dead weight tonnage (DWT) tersebut dibeli oleh pelaku usaha pelayaran nasional dengan harga rerata US$3,5 juta per set.

Dia menjelaskan perbedaan harga kapal antara tongkang produksi luar negeri dengan dalam negeri mencapai 17%.

Harga kapal di luar negeri masih lebih murah dibandingkan dengan produksi dalam negeri, tegasnya.

Teddy menjelaskan investasi pengadaan kapal tongkang di Indonesia tetap menarik seiring meningkatkan produksi batu bara nasional.

Berdasarkan data Asosiasi Produsen Batubara Indonesia (APBI), produksi batu bara nasional sejak 2006 hingga 2010 terus meningkat. Jika pada 2006 produksi batubara nasional mencapai 190,48 juta ton, pada 2007 naik menjadi 221,1 juta ton.

Pada 2008, produksi batubara nasional meningkat mencapai 239,41 juta ton, sedangkan 2009 tercatat sebanyak 257 juta ton dan tahun ini, produksi batu bara diperkirakan mencapai 270 juta ton. (aji/sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top