Layanan bandara tak mampu kejar laju industri penerbangan

Febriany Dian Aritya Putri | 09 Desember 2010 02:51 WIB

JAKARTA: Kementerian Perhubungan mengakui kualitas pelayanan ke penumpang pesawat, terutama saat di bandara, tidak dapat mengimbangi pesatnya pertumbuhan industri penerbangan di Indonesia.

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan pertumbuhan pasar penumpang domestik dan internasional sebesar 15% hingga 20% per tahunnya bagai dua sisi mata uang.

Di satu sisi kita senang karena bepergian dengan pesawat bukan lagi menjadi hal yang sangat eksklusif. Namun, di sisi lain pelayanan penumpang menjadi keteter, jelasnya dalam acara Diskusi Publik Mengupas Kompleksitas Bandara Soekarno-Hatta (Cengkareng), pagi ini.

Dia menuturkan volume penumpang pesawat pada tahun ini diperkirakan mencapai 100 juta orang lebih, atau meningkat dibandingkan dengan 2009 sebanyak 98 juta orang.

Khusus di Bandara Soekarno-Hatta, jumlah penumpang di tahun lalu mencapai sekitar 38 juta orang. Pada tahun ini di bandara itu diperkirakan penumpang mencapai 40 juta orang lebih. Bandara Soekarno-Hatta butuh perubahan wajah, jelas Menhub.

Di tempat yang sama, Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri S. Sunoko mengatakan permasalahan di Bandara Soekarno-Hatta sangat kompleks.

Taksi liar, ojek, calo tiket, pedagang asongan, tukang semir, porter liar, pemulung, pengemis, serakan sampah di lantai, penumpukan penumpang di tempat check-in, dan banyaknya perokok di tempat yang salah. Ini uniknya bandara Cengkareng. Di luar negeri tidak ada masalah seperti ini, jelasnya. (mrp)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top