Investasi KA bandara bengkak jadi Rp10 triliun

JAKARTA: Nilai investasi proyek kereta api (KA) Bandara Soekarno-Hatta (Jakarta) meroket dua kali lipat lebih, dari Rp4,6 triliun menjadi Rp10 triliun karena berubahnya desain pembangunan.Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan dari nilai
Yusuf Waluyo Jati | 09 Desember 2010 04:25 WIB

JAKARTA: Nilai investasi proyek kereta api (KA) Bandara Soekarno-Hatta (Jakarta) meroket dua kali lipat lebih, dari Rp4,6 triliun menjadi Rp10 triliun karena berubahnya desain pembangunan.Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan dari nilai investasi itu, pemerintah akan memberikan dukungan sebesar Rp3 triliun.Melonjaknya nilai investasi, kata dia, karena adanya proyek baru yakni rute kereta dari Tangerang menuju bandara. Selain itu, proyek Manggara-bandara melalui Angke dan Pluit juga mengalami perubahan desain sehingga lebih banyak jalur yang melayang (elevated).Bambang menuturkan pemerintah menargetkan KA Bandara Soekarno-Hatta bisa mulai beroperasi pada 2014."Tender yang ada sekarang [tiga perusahaan lolos prakualifikasi] itu dibatalkan. Nanti akan ada tender ulang pada pertengahan 2011. Karena juga ada proyek baru, yaitu rute Tangerang-bandara," jelasnya usai membuka acara Diskusi Publik Mengupas Kompleksitas Bandara Soekarno-Hatta, siang ini.Diulangnya tender untuk proyek KA Bandara Soekarno-Hatta, kata dia, menggugurkan hasil prakualifikasi tender sebelumnya yang meloloskan tiga perusahaan, yakni China Harbour asal China, Railink (anak usaha PT Kereta Api dan PT Angkasa Pura II), dan Mitsui asal Jepang."Nilai investasi berubah, desain berubah, sehingga tender diulang. Nantinya untuk operator KA Bandara Soekarno-Hatta itu juga akan ditender. Sudah cukup banyak perusahaan asing yang tertarik," papar Bambang. (msw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top