S&P: RI perlu pembenahan serius untuk naik peringkat

JAKARTA: Standard and Poors (S&P) menilai Indonesia perlu melakukan serangkaian pembenahan serius di bidang ekonomi, politik dan institusi untuk bisa naik peringkat kredit menjadi investment grade.
News Editor | 09 Desember 2010 07:54 WIB

JAKARTA: Standard and Poors (S&P) menilai Indonesia perlu melakukan serangkaian pembenahan serius di bidang ekonomi, politik dan institusi untuk bisa naik peringkat kredit menjadi investment grade.

Ekonom Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih menuturkan S&P menilai Indonesia telah layak menerima kenaikan rating. Namun, sebelum mencapai status layak investasi (investment grade), dibutuhkan serangkaian pembenahan serius di sejumlah bidang.

Faktor-faktor positif dalam catatan S&P adalah perkembangan stabilitas politik dan makro, diikuti dengan menurunnya rasio dari beban utang total terhadap PDB. Dengan peringkat BB positif memperbesar peluang Indonesia untuk mendapatkan peringkat investasi, tetapi keberhasilannya sangat tergantung tiga hal, yaitu kekuatan ekonomi, politik dan institusi, tulis dia dalam situs korporasinya, Selasa.Menurut Lana, S&P juga mencatat kekurangan Indonesia untuk menjadi peringkat investasi, yaitu masalah institusi dan birokrasi yang masih lemah dibandingkan dengan negara lain yang berpredikat BBB-. Hal itu ditunjukan dari tidak adanya sistem check and balance, sistem hukum (legal system) yang mudah berubah, korupsi, ketidakkonsistenan kebijakan dan peraturan antara pemerintah pusat dan daerah, serta lingkungan usaha yang sulit.Indonesia juga dianggap mempunyai hambatan investasi, pasar tenaga kerja yang tidak fleksibel, tidak memadainya listrik dan infrastruktur, dan masih tingginya [sekitar 57%] porsi utang luar negeri pemerintah, tuturnya.Lana Soelistianingsih meyakini penilaian negatif S&P tidak akan memengaruhi penilaian Moodys dan Fitch Ratings yang saat ini sedang mempertimbangkan menaikkan peringkat utang Indonesia.Sebelumnya, lembaga pemeringkat Moody's mengindikasikan akan mengkaji ulang rating Indonesia, yang saat ini berada dalam posisi Ba2 atau dua notch di bawah layak investasi (investment grade). Terakhir, Moody's mengubah outlook Indonesia dari stabil menjadi positif pada Juni lalu.Moody's menilai perekonomian Indonesia telah berkembang dengan pesat. Indonesia dinilai berhasil bertahan di tengah krisis keuangan global, memiliki anggaran negara yang sehat, dan mampu menjaga tingkat inflasi.Demikian pula dengan Fitch Ratings, yang kemungkinan pada Januari 2011 akan menyampaikan perbaikan peringkat kredit Indonesia, dari posisi saat ini yang satu notch di bawah BBB-.Ahmad Erani Yustika, Ekonom Institut for Development of Economic and Finance (Indef), mengatakan peringkat kredit yang dirilis oleh berbagai lembaga pemeringkat belum tentu memengaruhi kondisi perekonomian Indonesia. Perbaikan kredit tersebut tidak banyak memengaruhi tingkat investasi di sektor riil dan kemungkinan hanya terlihat di sektor keuangan.Dengan kata lain, lanjut dia, rangking kredit yang dirilis oleh lembaga pemeringkat hanya bermanfaat bagi pelaku pasar keuangan, tetapi tidak untuk masyarakat. Untuk itu, pemerintah disarankan untuk lebih fokus menggerakkan sektor riil.(er)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top