Proyek air bersih Umbulan molor

KEDIRI: Kementerian Pekerjaan Umum menilai proses tender proyek air bersih Umbulan senilai Rp1,7 triliun molor karena panitia lelang belum dibentuk Pemprov Jatim sehingga target pelaksanaan tender pada November 2010 tidak tercapai.Proyek air bersih dengan
Yusuf Waluyo Jati
Yusuf Waluyo Jati - Bisnis.com 09 Desember 2010  |  00:12 WIB

KEDIRI: Kementerian Pekerjaan Umum menilai proses tender proyek air bersih Umbulan senilai Rp1,7 triliun molor karena panitia lelang belum dibentuk Pemprov Jatim sehingga target pelaksanaan tender pada November 2010 tidak tercapai.Proyek air bersih dengan mata air di Umbulan, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan itu rencananya akan didistribusikan untuk kebutuhan lima daerah yaitu Kabupaten dan Kota Pasuruan, Kab. Sidoarjo, Kota Surabaya dan Kab. Gresik. Proyek Umbulan diharapkan beroperasi pada 2013.Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PU Budi Yuwono mengakui bila target awal pelaksanaan tender proyek Umbulan yang mestinya dilaksanakan Oktober-November 2010 masih belum terlaksana."Bisa dikatakan tender proyek Umbulan itu molor, pemerintah pusat sendiri mematok Oktober-November 2010 tender bisa terlaksana. Namun hingga kini panitia tender yang mestinya dibentuk Pemprov Jatim karena merupakan tender lokal belum juga terbentuk. Kondisi ini yang akan didorong agar segera terealiasi," kata Budi kepada Bisnis, seusai pertemuan tertutup dengan Wakil Gubernur Jatim saifullah Yusuf disela-sela pembukaan City Sanitation Summit IX di Kediri, Rabu Malam (8 Desember).Budi mengakui pertemuan dengan Wagub Jatim itu diharapkan dapat mendorong agar Pemprov Jatim bisa segera menggeral tender proyek Umbulan secepatnya."Progresnya kini Pemprov Jatim telah memiliki kesepakatan bersama dengan lima pemda yang akan menerima transmisi air bersih dari proyek Umbulan tersebut. Gus Ipul [Saifullah Yusuf/Wagub Jatim] sendiri meminta saya agar dapat hadir untuk rapat bersama tentang proyek Umbulan pada Jumat besok [10 Desember]," tegasnya.Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf membenarkan bila pihaknya telah didesak untuk segera menggelar tender Umbulan oleh pemerintah pusat."Makanya akan diadakan rapat bersama pada Jumat besok, dan pak Budi [Budi Yuwono/Dirjen Cipta Karya Kementerian PU] akan hadir agar proses tender dapat segera terlaksana," kata Saifullah kepada Bisnis pada kesempatan sama.Data yang dihimpun Bisnis, debit mata air Umbulan berkapasitas 4.600-5.000 liter per detik hingga kini baru termanfaatkan sekitar 10% atau 500 liter per detik yang digunakan untuk keperluan jaringan air minum dan irigasi persawahan.Rencananya pasokan air Umbulan akan dibagi dengan konsep Kota Pasuruan mendapatkan jatah 110 liter per detik, Kabupaten Pasuruan 420 liter per detik, untuk Kebutuhan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) 100 liter per detik, Sidoarjo 1.370 liter per detik, Surabaya 1.000 liter per detik dan Gresik 1.000 liter per detik.Proyek umbulan senilai Rp1,7 triliun itu berupa pengerjaan transmisi jaringan utama dari sumber mata air menuju ke lima daerah, sedangkan untuk jaringan sekunder dan tersier menuju sambungan rumah tangga akan ditanggung PDAM setempat. Rencananya air hasil transmisi akan dapat langsung diminum. Dari perhitungan sementara, harga jual investor kepada Pengelola Daerah Air Bersih (PDAB) sekitar Rp 1.250-1.500 per meter kubik. Sedangkan PDAM setempat akan menjual ke pelanggan di rumah sesuai denganperhitungan masing-masing daerah. (msw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top